Minggu, 24 November 2013

Diposting oleh Pangesti Arochmah Nuryadi di 08.35 0 komentar

Rabu, 07 September 2011

TEKNIK SIPIL UNJ

Diposting oleh Pangesti Arochmah Nuryadi di 08.55 0 komentar
PROFIL JURUSAN TEKNIK SIPIL UNJ
Jurusan Teknik Sipil merupakan salah satu jurusan yang terdapat di Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta (FT-UNJ). Jurusan menyiapkan manusia untuk menjadi sumber daya yang kompeten dan profesional di bidang pendidikan maupun non kependidikan. Dibidang pendidikan, lulusan Jurusan Teknik Sipil bekerja sebagai tenaga pengajar (Guru) dan Instruktur. Dibidang non kependidikan, bekerja sebagai konsultan dan kontraktor jasa kontruksi serta bekerja dilingkungan jasa transportasi dan logistik Saat ini Jurusan Teknik Sipil mempunyai tiga program studi: 1. Pendidikan Teknik Sipil Dengan Gelar lulusan Program Studi Pendidikan Teknik Sipil adalah Sarjana Pendidikan (S.Pd.) 2. Teknik Sipil (D3) Dengan Gelar Lulusan Program Studi Teknik Sipil adalah Ahli Madya (A.Md). 3. Transportasi (D3) Gelar lulusan Program Studi Transportasi adalah Ahli Madya (A.Md). atau bisa dilihat di

Selasa, 21 Juni 2011

Selamat Jalan Eka

Diposting oleh Pangesti Arochmah Nuryadi di 01.26 0 komentar
“Ekaaaaaa,” ya pagi inipun tidurku kembali terusik akan kecelakaan itu.

“ Pagi sayang, mimpi lagi kamu?”, sapa mama saat aku keluar dari kamar.
“emmmmmm,” jawabku sambil mengangkat bahu.
“ Nury sayang, sudah waktunya kamu melupakan Eka. Biarkan dia tenang di sana. Dia pasti juga sedih kalo kamu masih trus mengingat tentang dia. Oia, pagi ini kamu ada janji kan dengan dokter Dina?”
Emm, ya sekarang hari Rabu y? Jadwalku untuk konsul dengan dokter Dina. “ Mah, untuk hari ini aku mau izin ga ke dokter Dina y? aku mau jenguk Eka, Ya Mah yaaa?.”
“ENGGAK,” “tapi mah, aku mau…”
“sekali mama bilang enggak y enggak. Kamu harus tetep ke dokter Dina. Bahkan kalo perlu mama ynag anterin kamu.”.
“ Mama egois,” jawabku sambil berlari ke kamar.
“Nuryyyy…” panggil mama tapi aku tetap berlari ke kamar. Di kamar aku membanting pintu dan menjatuhkan diriku ke tempat tidur ku sambil memeluk boneka Piglet ku.
“ Mama jahat, mama ga ngertiin aku, mama ga sayang sama Nury. Mama EGOIS, aku bukan anak KECIL lagi” teriakku histeris dari kamar.
“ Kasian Eka mah, hari ini dia ulang tahun. Dia pasti kesepian. Dia butuh aku, dia minta aku nemenin dia makannya dia dateng ke mimpi aku semalem, dia mau aku dating buat ngerayain ulang tahun dia kaya biasanya, aku bukan anak kecil lagi mah. Aku udah gede” teriakku dalam hati.
Ya aku dianggap seperti anak kecil lagi sejak kejadian itu. Tak pernah sekalipun aku di ijinkan keluar sendirian. Aku seperti putri pingitan.
******___________******

Eka adalah tetanggaku, rumah kami yang berdekatan membuat kami sangat akrab. Dia adalah sahabat, kakak dan kekasih yang baik
Dia tak pernah sekalipun membiarkanku menangis sedih. Dia selalu hadir dalam senyumku. Tapi semua kebahagiaan itu berakhir, ketika dengan tiba-tibanya Tuhan mengambil Eka dari ku.
Yaaa, kecelakaan dua tahun lalu kembali teringat lagi dalam ingatanku.
Saat itu aku dan Eka sedang di taman di dekat rumah ku. Di sanalah tempat kami biasa menghabiskan waktu bersama. Bermain, belajar, menyanyi dan bercerita. Tak pernah seharipun kami melewatkan waktu untuk tak ke sana kecuali saat kami sedang marahan.
Pagi itu Eka menjemputku karna kami ada janji untuk lari pagi, ya hari itu hari minggu. Bertepatan dengan hari ulang tahunku. Aku yang memang malas untuk keluar bangun pagi dipaksanya untuk ikut lari pagi bersamanya.
Dokdokdok, krekkk, bunyi pintu kamarkuku di buka.
“ Ayoo bangun putri tidur, udah jam berapa ini. Katanya mau nemenin aku lari pagi hari ini?”, kata Eka sambil membuka jendela kamarku.
“ Ekaa apaan sih, aku masih ngantuk. Tutup ah jendelanya.”, teriakku sambil menarik selimut sampai kewajahku.
“ Eittt, nyonya Eka udah cukup ya tidurnya. Sekarang waktunya kamu cuci muka, gosok gigi, ganti baju trus kita lari pagi, ayoo.”, katanya sambil menarik selimutku.
“ Gendoooong,” mintaku manja.
“ Ihhh masa kalah ma Rio, dia aja kalo ke kamar mandi sendiri. Udah ayo cepetan. Nanti pas kamu mandi aku siapin sarapan special buat kamu.”, jawabnya menanggapi kemanjaanku.
“ Huft, iya deh iya..” gerutuku sambil menyambar handuk yang tergantung di pintu kamarku dan langsung menuju ke kamar mandi.
“ Beneran ga mandi kamu?”, tanyanya menggodaku.
“ Ihhh kan kata kamu aku disuruh cepet-cepet. Emmm, mama papa kemana?”, tanyaku sambil mengambil air di dingin di kulkas.
“ Oh, om dan tante tadi katanya mau ke rumah tante Mila. Emang mereka belum ngomong ke kamu?”
“ Kayanya si belum, eh udah apa belum ya? Hahahahaha”.
“ Dasar kamu, masih SMA aja udah pikun. Gimana nanti kalo udah jadi nenek-nenek? Bisa-bisa lupa tuh kalo aku suaminya. Hahahaha. Ya udah ayo kita makan.”
“ yeee siapa juga yang mau nikah sama kamu? Wee, Hahahaha.”, jawabku sekenanya.
“ Ohhhhh, jadi gitu? Ohhhh, ckckckck”
“ Hahahaha, kamu mah dibawa serius, aku kan becanda. Emm, ngomong-ngomong enak juga masakan kamu. Nanti kamu aja ya yang tiap hari masak, nyuci baju dan ngurusin rumah. Nanti biar aku aja yang kerja. Hahahaha.”, jawabku asal.
Pagi ini kami menghabiskan waktu sarapan dengan harapan-harapan jauh tentang masa depan kami. Seperti kami tidak akan berpisah selamanya. Itulah harapan kami.
Setelah sarapan habis kamipun langsung bersiap menuju ke taman.
“ Silahkan nyonya Eka.”, katanya sambil membungkukan badan dan membuka pintu.
“ Terima kasih tuan Eka, jadi berasa putri. hehehehehe”. Ku berikan senyum termanisku untuknya .
“ Kita balapan yuk sampe taman.”
“ Enggak mau,” aku langsung protes. “Kamu kan atlet lari di sekolah. Tapi aku? Aku kan terkenal paling lelet kalo lari.” Jawabku sambil cemberut. Yaa dia adalah atlet lari di sekolahku, sudah banyak piala yang dia sumbangkan untuk sekolah. Dia adalah kebanggan sekolahku, selain prestasi dibidang olahraga dia juga berprestasi dibidang akademik. Dia selalu jadi juara di sekolah kami, sedangkan aku? Masuk IPA saja sudah merupakan anugrah.
“ Heiii, kenapa kamu? Mikirin apa? Aku yaaa? Hahahaha”, tanya Eka mengagetkanku.
“ ihhh PD banget kamu. Hahaha. Tungguin dong.”, jawabku sambil mengejarnya yang telah lari cukup jauh.
Tak terasa, tibalah kami di taman.
“ Ry, bentar ya. Aku ke kamar mandi dulu.”
“ Hmm, iya. Jangan lama-lama. Aku males sendirian di sini.”
“ Iyaaa.” jawabnya sambil melangkah pergi meninggalkanku.
Suasana taman pagi itu tidak ada yang istimewa, sama seperti hari minggu biasanya. Banyak orang-orang yang datang ke sini untuk lari pagi atau hanya sekedar jalanjalan saja.
“ Lama banget si Eka, katanya Cuma bentar.”, gerutuku dalam hati sambil memasang MP3. Mendengarkan lagu Hari Bersamanya,
Mohon Tuhan
Untuk kali ini saja
Lancarkanlah hariku
Hariku bersamanya
Hariku bersamanya
Lagu ini adalah lagu kesukaan kami. Banyak kenangan kami bersama dengan lagu ini. Ketika sedang mendengarkan lagu, ada suara yang aku kenal memanggil namaku.
“ Pagiii ka Nuly.”, sapa Elan. Dia adalah anak tetanggaku,tante Iti. Dia tinggal hanya berdua dengan ibunya karna ayahnya bekerja di pertambangan dan pulang hanya setahun sekali.
Ell, begitulah biasanya kami memanggilnya. Ell sangat dekat denganku, dia sering ikut aku dan Eka ketika kami pergi jalan-jalan.
“ Anggep aja El anak kita y Ry. Itung-itung belajar kalo kita punya anak nanti. Hehehehe”, katanya dua bulan lalu saat kami dan Ell pergi jalan-jalan ke Ancol. Begitulah Eka, fikirannya sudah jauh kedepan.
“ Kakak, qo diem sii? Mikilin ka Eka y?”, Tanya Ell polos menyadarkanku dari lamunanku..
“ Ehh, Pagiii juga Ell cantik, ga qo, tadi kakak lagi mikir qo kamu sendirian di sini? Mama mana sayang?”, tanyaku karna hanya melihatnya sendirian di taman.
“ Emmm, tuh mama ka.”, katanya sambil menunjuk ke arah belakangku. Matakupun mengikuti ke arah tangannya menunjuk. Ternyata di belakangku sudah ada mama, papa, tante iti, om tante pras ( orang tua Eka) dan tentu saja Eka.
“ HAPPY BIRTHDAY NURY,
HAPPY BIRTHDAY NURY,
HAPPY BIRTHDAY,
HAPPY BIRTHDAY,
HAPPY BIRTHDAY NURYYY.”, nyanyi mereka mengagetkanku.
“ Tiup dong sayang lilinnya.”, kata mama. “ oia sebelumnya make a wish dulu yaa.”
“ y Tuhan aku harap kebahagiaan ini akan selalu ada. Tahun depan aku lulus dan aku dan Eka bersama selamanya. Amin.”, pintaku dalam hati.
“ Huftt…”
“ Yeeeeee…”
Prokprokprok, tepuk tangan yang aku dengar setelah itu. Bukan hanya dari keluargaku, tapi juga dari orang-orang di taman yang ikut melihatku.
“ Selamat ulang tahun ya, semoga kamu makin pinter dan nurut sama mama papa. Lulus UN dan dapet PTN. Aminnn. Amin. Kadonya nyusul ya.”, papa ,memberikan selamat padaku.
“ iyaaa pa, loh bukannya mama papa pergi ke rumah tante Mila?. Tanyaku yang bingung karna papa dan mama ada di taman sekarang.
“ Ohh, itu sih idenya Eka. Katanya supaya kamu mikir kalo mama papa lupa sama ulang tahun kamu.”, jawab mama “ Happy birthday ya sayang. Semoga kamu ga jadi anak manja lagi yaaa, kasian Eka tiap hari nagdepin manjanya kamu. Hehehe” kata mama sambil melirik Eka yang sedang senyum-senyum ga jelas.
“ Iya mama ku, tapi aku kan aku ga manja mah, Cuma ga mau ngalah aja. Hehehe.”, balasku membela diri sambil berlari menuju tante Iti, Om dan tante Pras. Setelah menerima selamat dari mereka, akupun menuju ke Eka dengan muka cemberut.
“ Qo cemberut? Ga suka ya ma surprisenya? Yah, aku gagal dong.”, sekarang gentian Eka yang memasang wajah murung.
“ Emmm, gimana ya?”, jawabku menggodanya. “ Hehehehe, mukanya biasa aja dong, aku suka banget qo. Makasih yaaa sayang .”
“ Syukur deh kalo gitu. Y udah potong kuenya yuk, mama ku loh yang bikin.”, ajak Eka sambil menggenggam tanganku mengajakku ke para orang tua.
“ ini beneran tante yang buat? Makasih ya tante. Jadi enak. Hehehe.”
Saat aku memotong kue Eka bilang kepadaku mau mengambil sesuatu karna ada yang ketinggalan.
“ bentar ya Ry, aku mau ke belakang bentar.”
“ Mau ngapain lagi si? Di sini aja dong. Aku ga mau kamu pergi sekarang.”, larangku.
“ Bentar sayang, aku mau ngambil kado buat kamu dulu. Emang kamu ga mau kado?”, katanya sambil merayuku.
“ Iya udah deh, tapi cepetan yaa. Keburu kuenya abis nanti. Hehehehe”
Ekapun berlari meninggalkan kami. Aku memberikan kue pertama kepada mama dan papa, kemudian om dan tante Pras, tante Iti dan Ell.
Ketika aku memotong kue untuk Eka, aku melihatnya melambaikan tangan di seberang taman sambil menggendong boneka Piglet yang aku inginkan di pasar malam satu bulan lalu.
“ Sini cepetan, nih kue buat kamu.”, teriakku sambil memperlihatkan kue di piring yang ada di genggamanku.
“ Iyaaaa,” balasnya sambil menyebrang tanpa melihat jalan.
“ Ka Eka awas!”, teriak Ell .
“ Aaaaaaaa,…..”, teriak Eka .
Berbarengan dengan teriakkan mereka jatuhlah Eka ke seberang jalan. Dia tertabrak mobil. Mobil yang menabraknya langsung kabur.
“ Ekaaa.”, teriak kami berbarengan sambil berlari ke arahnya.
“ Eka, Eka sayang. Bangun sayang bangun.”, teriak tante Pras ditengah-tengah tangisnya.
“ Eka, Eka bangun.”, teriakku. Aku panik melihat tubuh Eka yang penuh darah tetap memeluk boneka Piglet.
“ Mama, aku gapapa ko. Aku baik-baik aja. Percaya ya ma Eka. Eka Sayang mama dan papa.”
“ Nury, ini boneka buat kamu. Kamu mau ini kan?”, katanya lirih sambil menyerahkan boneka itu padaku. “ Kamu jaga baik-baik ya anggep aja ini aku. Kalo ada apa-apa cerita aja ke dia, dia akan selalu dengerin kamu. Dia ga akan ninggalin kamu. Ga kaya aku.”
“ kamu ngomong apaan sii? Kamu ga boleh ngomong gitu, kamu harus tetep disini, disamping aku.”, jawabku tanpa berhenti menangis.
“ Mah, aku titip Nury ya. Anggep dia kaya mama anggep aku. Relain aku ya mah, jangan nangis lagi.”
“ Ry, kamu mau janjikan ke aku?”. “ Janji apa?”
“Kamu harus tetep jadi Nury yang aku kenal, yang ceria, nurut sama mama papa kamu dan sering ke rumah aku.”
“ Iya, asal kamu janji kamu tetep ada disini.”
“ aku ga bisa. Aku mau, tapi aku ga bisa. Aku.. aku sayang kamu.”
Itulah kata terakhir yang aku denger dari dia.
“ Ka, Eka. Kamu becanda kan Ka? Bangun Ka.”, teriakku histeris. Setelah itu aku sudah tak ingat apapun lagi.
******____________******

Mataku begitu berat untuk ku buka. Aku mencoba pelan-pelan membuka mataku. Aku perhatikan sekelilingku, ini bukan kamarku.
“ Mah, aku dimana mah?”, tanyaku pada mama yang ada di sampingku.
“ Kamu di Rumah Sakit sayang, kamu tadi pingsan.”, jawab mama perlahan.
“ Eka, Eka mana mah? Gimana keadaannya?”, tanyaku saat teringat tentang peristiwa di taman tadi. Mama hanya diam. “ Ma gimana Eka? Aku mau ketemu dia.”, kataku beranjak dari tempat tidurku.
“ Nury, kamu istirahat dulu ya. Jangan ke sana dulu. Kamu di sini aja ya sayang.”, bujuk mama.
“ Ga mah, aku mau ketemu Eka.”, jawabku sambil mencabut infuse dan berlari meninggalkan mamaku.
“ Eka, kamu dimana?”, tanyaku dalam hati. Aku terus mencarinya sambil berdoa agar dia baik-baik saja, “ Yaa Allah, untuk hari ini saja. Di hari ulang tahunku. Izinkan Eka tetap ada di sini bersama dengan ku. Jangan ambil dia dariku ya Allah.”
Saat itu aku melihat papa. “ Pah, gimana Eka pah?”, tanyaku pada papa. Papa langsung memelukku, “Sabar ya sayang. Eka udah tenang di sana. Papanya tadi jemput dia.”
“ Ga, ga mungkin pah. Papa becanda kan pa?”, teriakku sambil memeluk papa. “ Eka tega pa, Eka jahat ma aku. Eka ninggalin aku.”
“ Udah ya sayang, kamu ke dalem. Liat Eka dan hibur tante pras.”, bujuk papa padaku.
“ Iyaa pah.”
“ Tante, yang sabar yaa. Ada Nury di sini. Eka ga mau liat tante nangis.”, bujukku ke tante Pras yang masih trus menangis.
“ PERGI kamu! Jangan pernah panggil saya tante. Karna kamu anak saya meninggal. PERGI kamu!”, teriakkan tante Pras mengagetkan aku.
“ Tapi tante, aku juga ga mau kaya gini. Aku juga ga mau Eka pergi ninggalin aku. Maafin aku tante.”, pintaku ke tante Pras.
“ PERGIIIIIII ! “
Dengan di bantu oleh mamaku aku pergi meninggalkan ruangan itu. Aku tak menyangka semua ini terjadi.
“ Mah, aku jahat ya? Aku penyebab Eka meninggal, aku seharusnya yang ada di situ. Bukan Eka. Aku sayang Eka mah.”
“ Sayang ini takdir, kamu jangan ngerasa bersalah. Ini bukan salah kamu.”
******____________******

Malam ini, aku sendirian. Biasanya setiap diantara kami ada yang berulang tahun kami akan menghabiskan waktu semalaman bersama. Tapi sekarang beda, aku sendirian. Dari rumah Eka aku mendengar lantunan ayat suci Al Qur’an. Meraka yang ada di rumah Eka sedang mendoakannya.
“ Aku mau ke sana Eka, aku mau aku ada di samping kamu. Nemenin kamu. Aku tau kamu pasti asing ma suasana di sana. Tapi aku takut. Aku takut sama mama kamu. Mama kamu marah banget ke aku. Aku tadi juga udah minta izin ke mama buat ke rumah kamu. Tapi kata mama aku lebih baik di rumah. Eka aku kangen kamu. Aku mau ketemu kamu.”, ucapku dalam hati. Air matakupun mengalir deras.
Malam ini aku tak bisa memejamkan mataku sedikitpun. Bayangan kebersamaan kami masih terlintas jelas di benakku.
Aku sayang Eka, Tuhan kejam, Tuhan telah mengambil senyumku, kebahagiaanku. Aku benci Tuhan, aku sangat membenci-Nya.
******____________******

Persahabatan kami dimulai sejak kepindahannya dan keluarganya kesamping rumah kami. Saat itu kami berdua berumur sepuluh tahun.
Eka adalah anak sulung dari empat bersaudara. Mereka adalah anak yatim, ayah Eka meninggal saat ia masih berumur tujuh tahun. Eka tak pernah sekalipun mau membahas tentang penyebab kematian ayahnya.
Saat pertama kali dia datang aku kira dia adalah anak yang angkuh. Walaupun setiap hari bertemu tak pernah sekalipun kami bertegur sapa.
Baru aku tau namanya Eka saat dia diperkenalkan oleh pak Didik sebagai murid pindahan dari Palembang.
“ Ohh, Palembang. Pantas saja dia jarang berbicara mungkin karna dia belum bisa bahasa Indonesia ya?”, tanyaku dalam hati waktu itu.
“ Ayo Eka perkenalkan dirimu kepada teman-teman barumu.”
“ Baik pak. Pa..pagii teman-teman”, katanya terbata.
“ Pagiiii Ekaaa.”, jawab teman-temanku serentak.
“ Emm, nama aku Eka Pras. Aku biasa dipanggil Eka. Aku pindahan dari Palembang. Salam kenal semuanya.”, katanya memperkenalkan diri.
“ Nury, itu bukannya tetangga baru kamu ya? Qo dia bisa sekolah di sini sih?”,Tanya tio temanku yang duduk di belakangku.
“ Iya, dia emang tetangga baru aku. Tapi emang kenapa kalo dia ada sekolah di sini? Gapapa kan?”, jawabku santai.
“ iya juga si, gapapa ya. Hehehehe.”, jawab Tio.
“ Nury.”, panggil pak Didik. “ Iya pak?” jawabku.”
“ Kamu duduk dengan Eka ya, dia tetangga kamu kan? Jadi kamu bias Bantu dia jika dia ketinggalan pelajaran.”. “ Baik pak.”
“ Eka kamu bisa duduk dengan Nury sekarang.”. “ Terima kasih pak.”
******____________******

“ Nury.”, sapaku memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan.
“ Eka.”, jawabnya singkat sambil membalas uluran tanganku. Itulah untuk pertama kalinya kami berjabat tangan.
“ Kamu pindahan dari Palembang? Enak ga di sana? Dingin ga? Ama Jakarta enakkan mana?”, tanyaku tanpa henti. Eka melihatku dengan tatapan aneh.
“ Ups, kenapa? Aku cerewet ya? Maaf deh. Ga usah di jawab juga gapapa.”, kata ku tidak enak padanya.
“ Gapapa qo, maaf ya kalo aku diem aja. Abis aku bingung mau jawab apa. Kamu cepet banget ngomongnya. Hehehehe.” Untuk pertama kalinya juga aku melihat dia tersenyum. “ oh iya, aku pindahan dari palembang. Di sana enak, lebih enak dari di sini.”, jawabnya.
“ Ahh, kamu pasti boong. Kan enak tau di Jakarta. Nanti deh kamu aku ajak jalan-jalan sama mama papaku. Mau kan?”
“ Bener ya?”. “ Iya, janji degh aku.”.
Saat pulang sekolah, aku mengajak bareng Eka. “ Bareng aja yuk Ka, kan rumah kita tetanggaan.”
Sejak saat itu kami kemana-mana selalu bersama. Dimana ada Nury di situ pasti ada Eka. Setiap pulang sekolah kami selalu mampir ke taman yang berada diantara sekolah dan rumah kami. Kami menghabiskan waktu di sana untuk bermain dan belajar.
SD, SMP dan SMA kami selalu satu sekolah. Sebenarnya Eka mampu masuk sekolah Negri unggulan, namun karma aku tak mampu untuk masuk sekolah itu. Eka meminta izin kepada ibunya untuk bersekolah di sekolah yang sama denganku.
Eka adalah siswa yang terkenal di sekolah, dia banyak di kagumi perempuan di sekolahku. Termasuk ka Tya. Kakak kelasku. Ka Tya adalah orang cantik dan pintar. Dia sering dipasangkan dengan Eka dalam berbagai perlombaan cerdas cermat.
Suatu sore setelah pulang sekolah aku mampir ke taman bersama Eka.
“ Ry, aku mau cerita ma kamu. Tapi kamu jangan marah.”
“ Iya ka, mau cerita apa?”, tanyaku.
“ Janji dulu jangan marah!”
“ Iya Eka, mau cerita apaan sih?”, tanyaku balik.
“ Emm, tadi ka Tya ngomong kalo dia suka sama aku.”
“ Apa? Ka Tya suka sama kamu? Trus kamu?”, tanyaku penasaran.
“ Iyaaa, emm aku bingung. Ka Tya cantik, baik lagi ma aku.”
“ Ohh, jadi kamu juga suka sama dia? Ya udah terima aja.”
“ Gitu ya?”
“ IYA !”
“ Oh, ya udah.”, jawabnya.
Kamipun pulang dengan perasaan masing-masing. Ketika sampai depan rumah tanpa mengajaknya mampir aku langsung masuk ke rumah. Eka hanya melihatku diam.
******____________******

“ Eh Ry, lo udah denger belum kalo Eka selingkuh sama ka Tya?”, kata Nila kepadaku yang sedang mengerjakan PR.
“ Selingkuh? Emang Eka selingkuh dari siapa? Setau gue Eka ga pernah punya pacar deh. Tapi kalo sejarang dia jadian ma ka Tya ya syukur deh.”, jawabku acuh.
“ Ihh kan oonnya mulaikan. Ya dari lo lah. Lo ama dia kan pacaran. Iya kan?”, jawabnya.
“ apaan sih lo? Gue sama Eka itu Cuma sahabatan, ga lebih. Apa lagi pacaran. Jangan bikin gossip yang nggak-nggak deh lo La.”, jawabku sewot.
“ Jadi selama ini lo beneran ga pacaran? Tapi cara mandang kalian tuh beda, wah pasti ada apa-apa ya kalian. Kalian marahan? Berantem?”
“ NGGAK, udah ah gue mau ngerjain tugas si Bolay neh. Kalo ga selesaikan bisa bahaya. Huzzzhuzzzz.”, aku mengusir Nila. Tapi fikiran tentang Eka dan ka Tya ga bisa aku usir,.
“ Jadi Eka beneran jadian sama ka Tya?” aku memutuskan untuk berhenti mengerjakan tugasku. Akibatnya pak Fauzi menyuruhku keluar kelas karna tidak mengerjakan tugas.
Saat aku sedang menikmati hukumanku, tiba-tiba ada seseorang menarik tanganku dan membawaku ke gudang sekolah. Di sana aku melihat banyak kakak kelas perempuan dari seragamnya aku tahun kalo mereka kelas XII. Dan salah satu dari meraka ada wajah yang ga asing buat aku.
“ Ka Tya, ada apa ini? Apa salah aku?”, tanyaku ketakutan.
“ Lo pacarnya Eka?”, teriaknya di telingaku.
“ Aaaaaa.” Akupun teriak.
“ Jangan teriak. Jawab pertanyaan Tya.”, kata salah satu dari mereka dengan ketus.
“ Nggak ka, aku sama Eka Cuma sahabatan. Dia tetangga aku. Dan setau aku kakakkan pacaranya Eka.”
“ Oh, Cuma sahabat? Tapi lo suka sama dia?”
“ Eng .. enggak ka.”
“ Boong.”
“ Beneran ka.”
“ Oke, untuk kali ini lo gue maafin, tapi awas aja kalo lo sampe beneran suka sama Eka.”
“ I..iya ka. Makasih”
“ inget jangan ngomong ke siapapun tentang ini. Apalagi ke Eka. Ngerti Lo.”
“ Iya ka.”
Sejak saat itu hubunganku dengan Eka benar-benar hancur. Aku tak pernah lagi membalas smsnya, pulang bareng, apalagi ke taman. Tiap kali Eka datang ke rumah untuk mencariku, aku selalu meminta mama untuk berkata aku tak ada.
Tapi semakin aku mencoba menjauhi Eka, aku merasa ada yang hilang. Malam ini aku sedang mendengarkan lagu Hari Bersamamu, lagu yang paling sering kami nyanyikan di taman.
“ Udah tidur Ry? Mama boleh masuk?”, Tanya mama dari luar kamarku.
“ Belum ma, mama masuk aja. Ga aku kunci qo.”. “ kenapa mah?” tanyaku ketika mama duduk di sampingku.
“ mama tau kamu udah gede dan tau mana yang baik dan yang buruk buat kamu. Tapi mama Cuma mau tau. Kamu suka ya ma Eka?”
“ Loh, qo mama nanya gitu si? Y enggaklah ma, Eka kan sahabat aku dari kecil.”
“ Iya mama tau, tapi kan hati ga ngenal orang Ry. Dia emang sahabat kamu tapi kalo kamu suka wajar qo. Eka baik, pinter, rajin dan sopan. Iya kan?”
“ Iya si mah, tapi itu udah telat. Eka udah punya pacar. Aku udah ga boleh suka lagi sama dia.”
“ Qo kamu ngomong gitu? Emang kamu tau gimana perasaan Eka ke kamu? Ya udah deh, udah malem. Cepet tidur ya kamu. Besok sekoah. Jangan mikirin Eka trus. Heheheh .” canda mama sambil mematikan lampu kamarku.
“ Yeeee, mama. Iya mama cerewet. Aku langsung tidur qo.”, sahutku ke mama.
“ Apa bener ya Eka beneran suka sama aku? Tapi qo selama ini biasa aja ya? Masa aku juga suka sama dia? Dia kan sahabat aku. Apa pantes aku suka sama dia?”, fikirku dalam hati.
Jika aku menutup mata, bayangan yang aku lihat lihat adalah bayangan…. “Emmm, Eka? Loh qo? Ya Tuhaaan bener aku suka sama Eka. Tiap kali aku denger Eka sama ka Tya aku pasti sakit. Aku cemburu. Eka kenapa aku baru sadar aku suka kamu waktu kamu udah jadian sama ka Tya? Hikz.”, mala mini aku ga bisa tidur ngenang semua yang udah aku dan Eka lewatin.
******____________******

“ Ry, aku mau ngomong sama kamu.”, panggil Eka saat aku melangkah pergi menjauhinya. “Ry, tungguin aku.” Eka megang tangan aku.
“ Apaan si Ka? Kamu mau ngomong apaan? Aku lagi banyak tugas nih. Nanti aja di rumah ngomongnya.”, jawabku menolaknya.
“ Nggak, aku mau kita ngomong sekarang. Kalo di rumah kamu pasti ngindar kaya biasanya. Ayo ikut aku.”, kata Eka sambil menarik tanganku. Di seberang jalan, aku melihat ka Tya menatap kami sinis. “ Waduh gawat ini kalo dia marah lagi sama aku gimana?”, batinku dalam hati.
“ Eka, udah dong ga ada lagi yang bisa kita omongin. Aku bener-bener lagi banyak tugas nih.”, pintaku menghindar.
“ Aku minta waktu kamu lima belas menit aja, abis itu terserah kamu deh mau kaya gimana.”, pintanya.
“ iya udah eh, kamu mau ngomong apa? Aku dengerin.”
“ Kamu kenapa? Qo tiba-tiba jadi diemin aku? Aku ada salah apa sama kamu?”
“ Gapapa qo, aku Cuma ga mau aja ganggu kamu sama ka Tya.”, jawabku.
“ Ganggu apaan si Ry? Aku sama ka Tya ga ada apa-apaan. Kita Cuma temenan aja qo.”
“ Temenan? Ga usah boong deh, emang kamu kirain aku bodoh apa bisa kamu boongin kaya gitu?”, jawabku sewot.
“ Beneran Ry, aku emang sempet mikir buat nerima ka Tya jadi pacar aku. Tapi waktu aku diam, yang aku fikirin bukan dia. Yang aku inget bukan dia. Tapi kamu Ry.”
“ Loh, qo gitu? Kamu ngomong apaan si Ka? Aku ga ngerti deh.”, tanyaku bingung.
“ Aku sayang kamu Ry. Eka sayang Nury.”
“ Ha, apaan si Ka? Udah ah aku mau pulang.”
“ Ry, tunggu dulu. Aku belum selesai ngomong.”
“ mau ngomong apa lagi? Tadikan kamu udah ngomong. Kamu jahat Ka, kamu ngomong gitu saat kamu udah jadian sama ka Tya. Emang kamu fikir aku ini apa?”, teriakku pada Eka.
Eka langsung memelukku, “ Lepasin ka, kamu apa-apaan si. Ga enak diliatin sama orang.”
“ aku Cuma mau buktiin kalo aku sayang sama kamu. Aku ga pernah jadian sama ka Tya. Selama ini aku Cuma mau bantuin dia, dia minta tolong sama aku buat pura-pura jadi pacarnya dia. Aku ga mungkin nolak buat bantuin dia. Kamu ngerti kan Ry, please Ry percaya sama aku. Aku sayang sama kamu.”
“ Apa? Jadi selama ini Cuma pura-pura?”
“ Iya Nury, maaf ya. Aku ga sempet bilang sama kamu. Abis kamu langsung ngejauh dari aku gitu si. Maaf ya?”
“ hem, iya. Tapi kenapa ka Tya minta tolong kamu buat pura-pura jadi pacar dia?”
“wah, ga tau deh kalo soal itu, tapi kalo yang dia nembak aku itu beneran. Mungkin dia takut kali kalo temen-temennya tau seorang ka Tya ditolak sama anak kelas X. hehehehehe”
“ Ohh gitu. Hmmm.”
“ Iyaaa. Trus?”
“ Trus apa?”, tanyaku pada Eka.
“ yaa trus kamu sayang juga ga ke aku?”, tanya Eka padaku.
“ Ya iyalah aku sayang kamu, kamu kan sahabat aku.”
“ Ihhh, bukan itu yang aku maksud Nury. Kamu sayang aku ga? Aku boleh jadi pacar pertama kamu?”, tanya Eka sambil memasang wajah penuh harap.
“ Emmmmm,”
“ Ry jawab dong, jangan diem aja.”
“ Iya, kamu boleh jadi pacar pertama aku. Aku juga sayang sama kamu Eka.”, jawabku.
“ Haaa, iya benerankan Ry? Kamu ga becanda kan Ry?”
“ Kamu mau aku becanda?”
“ Nggak nggak, jadi mulai hari ini, jam ini, detik ini kita jadian ya Ry?”
“ Iyaaa.”
“ Yesss.” Eka berteriak sambil memelukku.
“ Eka apaan si? Malu tau diliatin orang.”
“ Gapapa, biar aja semua orang tau kalo aku punya kamu sekarang.”
“ihh norak. Hahahaha”
“ Biarin.”
Yaaaa, 5 Januari aku jadian sama Eka. Hari itu hari yang bersejarah buat kita berdua. Karna setelah enam tahun persahabatan kami berubah tingkat menjadi percintaan. Aku sayang kamu Eka.
******____________******

“ Eka, aku kangen kamu. Kenapa kamu tega ninggalin aku gini? Aku mau pergi sama kamu.”, batinku dalam hati.
“ Assalamu’alaikum.” Salam mama.
“ ma, gimana tante Pras? Dia masih marah sama Nury?”, tanyaku pada mama. “ aku boleh ya ma besok pergi nganterin Eka?” pintaku pada mama.
“ besok jangan dulu ya sayang, biarin tante Pras tenang dulu.”
“ tapi mahh” tak ku teruskan ucapanku.
“ Ayoo mama temenin tidur, udah malem banget.”. malam ini mama tidur di kamarku menemaniku tidur.
“ Ry, mama sama papa ke rumah Eka dulu ya. Kamu tidur aja lagi.”
“ Iya ma.”
Ketika mama telah menutup pintu, aku siap-siap ganti baju segera ke rumah Eka. Di depan rumah Eka aku melihat banyak teman-teman sekolah dan juga adik-adik Eka. Meraka melihatku dengan tatapan sinis.
“ Buat apa lo kesini? Ga bikin mama pingsan lagi? Pergi lo dari sini!” teriak Rya kepadaku. Rya adalah adik nomor dua Eka.
“ Tapi Ya, kakak Cuma mau liat ka Eka. Sebentar aja.”
“ Ga, lo ga boleh liat ka Eka. Pergi sekarang. Mulai sekarang lo ga boleh dateng ke sini lagi. Pergi.”
Akupun berlari tak tentu arah, saat aku sadar aku sudah ada di taman tempat biasa aku dan Eka bersama. “Eka, aku mau nyusul kamu.”.
Aku memutuskan untuk menyusul Eka, aku harus nemenin Eka. Aku ga mau aku sama Eka pisah.
Aku kembali ke rumah, mengambil pisau di dapur dan langsung menuju ke kamarku. “ Sebentar lagi kita akan bareng-bareng lagi Eka. Mah pah maafin aku ya. Aku saying mama papa tapi aku ga mau pisah sama Eka.”, batinku dalam hati. Dengan menguatkan diri aku mencoba memotong urat nadiku. Kurasakan sakit sangat yang teramat sangat di tanganku. Pelan ku dengar suara pintu kamarku di ketuk.
“ Ry, kamu gapapa kan? tadi mama dengerdari tante Iti kamu ke rumah Eka. Kamu gapapa kan sayang? Mama boleh masuk?”, mama yang baru pulang dari rumah Eka datang ke kamarku. “ Ry, kamu gapapa kan sayang? Ry?”
Karna tak ada jawaban dari kamar mama membuka pintu kamarku dan histeris ketika melihatku yang telah berlumuran darah.
“ Ry, nury kamuapaapan? Papa, Nury pa. panggilan ambulance Pah!”, perintah mama ke papa.
“ Ada apa mah?”, Tanya papa ketika sampai di kamarku.
“ Mah, aku sayang Eka mah.”, suaraku lirih.
******___________******

Dua tahun sejak percobaan bunuh diri pertamaku itu aku telah beberapa kali mencoba lagi untuk bunuh diri. “Aku ga bisa hidup tanpa Eka.”, itulah yang aku fikirkan.
Aku sempat juga di rawat ke Rumah Sakit Jiwa hingga satu tahun karna mama dan papaku takut aku melakukan hal yang membahayakan hidupku. Dan setelah itu aku dirasa membaik, mama dan papa memutuskan untuk merawatku sendirian. Meskipun begitu kadang aku masih sering berteriak histeris ketika bangun dari tidur karma memmpikan Eka.
Dua tahun ini merupakan masa-masa terberat dalam hidupku. Hubunganku dengan tante Praspun belum membaik. Ia hanya menjenguk ku sekali saat aku di Rumah Sakit. Itupun hanya dari luar kamar. Tante Pras sama sekali tidak memberiku kesempatan untuk minta maaf, karma saat aku kembali dari rumah akit. Aku sudahpunya tetangga baru. Kata mama tante Pras dan adik-adik Eka pulang kampong ke Palembang.
******_____________******

“ Ry, mama boleh masuk?”, Tanya mama membuyarkan lamunanku.
“ emm, iya mah. Masuk aja.”
“ Maafin mama ya tadi mama ngelarang kamu buat jenguk Eka. Mama tau hari ini Eka ulang tahun kan. ya udah kamu boleh jenguk Eka, asal kamu mau janji satu hal ke mama.”
“ Bener mah? Janji apa?”< tanyaku penasaran.
“ Janji abis ini kamu jadi anak mama yang ceria lagi. Ga cengeng lagi. Eka juga ga mau liat kamu gini trus. Janji?”
“ Emmm, iya mah. Aku janji. Aku mau kembali lagi kaya dulu. Aku mau jadi Nury yang Eka sayang lagi. Aku sayang Eka mah. Makasih ya mah.” Ucapku sambil memeluk mama.
******___________******

“Eka, apa kabar kamu? Aku kangen kamu, tapi aku janji aku ga akan nangis lagi. Aku akan menuhin janji janji aku ke kamu. Aku akan adi Nury yang ceria. Happy Birthday ya Eka. Aku sayang kamu. Kamu tau ga? Akhirnya setelah beberapa lama mama ngijinin aku buat jenguk kamu di sini. Mama udah percaya lagi sama aku Ka. Kamu yang tenang ya di sana. Suatu saat nanti kita akan ketemu lagi. Tapi maaf aku belum bisa ketemu sama mama kamu.”, ucapku kepada Eka di makamnya.
Mulai hari itu akupun bertekad untuk berubah dan menjadikan masa laluku bersama Eka menjadi pemacu semangatku.
******____________******

“ Aku sayang kamu Eka, sahabat, kakak dan kekasihku ”

Pangesti A.
XII IPA 2

Kamis, 10 Februari 2011

hanya satu pintaku

Diposting oleh Pangesti Arochmah Nuryadi di 22.55 0 komentar
Hanya Satu Pintaku
Pangesti Arochmah
XII IPA 2

Aku bosan ibu hanya hidup berdua dengan ayah, kapan ibu pulang? Aku juga ingin merasakan kasih sayang seorang ibu seperti teman-temanku. Ibu, cepat pulang.
Ibuku saat ini sedang bekerja sebagai TKW di Hongkong. Ibu bekerja sebagai perawat bayi di sana. Ia terpaksa pergi jauh dari kami karena keadaan ekonomi keluarga kami saat itu tidak memungkinkan untuk tetap bertahan.
Krisis ekonomi 1998 telah merubah hidup keluarga kami. Ayah yang saat itu mempunyai usaha di Jakarta terkena dampak krisis tersebut dan memutuskan untuk membawa kami pulang ke kampung halamannya karena keadaan di Jakarta saat itu tidak aman dan tidak memungkinkan ladi untuk memulai usaha lagi. Beruntunglah karena ayah sempat membangun rumah di Malang sehingga kami ridak harus menumpang di rumah saudara.
Namun ternyata keadaan di Malang tidak berbeda jauh dengan di Jakarta, karena pada kenyataannya krisis telah menyebar keseluruh Indonesia. Di karenakan semua keadaan itulah ibu ku memutuskan untuk mencoba bekerja di Hongkong sebagai TKW. Sebenarnya ayah tidak mengijinkan ibu, namun ibu terus meyakinkan ayah karena ini demi kebaikan kami. Akhirnya ayahpun luluh dan mengijinkan ibu untuk meninggalkan kami.
Mei 2003 ibu berangkat ke Hongkong, sulit sebenarnya melepas ibu pergi. Karena aku tak pernah sedikitpun berpisah darinya. Hari-hari pertama tanpa ibu aku hanya diam, aku hanya dapat menangis saat merindukannya. Tapi aku mencoba untuk tetap tegar di depan ayahku, karena aku tahu, ayahlah yang paling kehilangan ibu.
Saat aku kelas 5 SD ayah memutuskan untuk kembali lagi ke Jakarta danMeninggalkanku di eumah nenek. Namun, setelah lulus SD ayah kembali dan membawaku ikut bersamanya. Di komunitas yang baru ini aku kurang nyaman dan merasa kesepian.
Hari berganti hari aku dan ayahku lewati tanpa ibu, tak terasa sudah delapan tahun ibu meninggalkan kami dan kami sudah terbiasa kini. Namun sebagai seorang remaja putri aku iri dengan teman-temanku. Karena saat mereka pulang ada ibu yang menyambut mereka, yang telah menyiapkan makan untuk mereka. Sementara aku? Saat aku pulang aku hanya menemukan rumah yang kosong karna ayah sedang bekerja. Ibu aku ingin engkau ada di sini sekarang. Melihatku, anakmu ini sudah besar sekarang. Anakmu sudah kelas 3 SMA sekarang. Hanya satu pintaku ibu, aku ingin ibu ada di sini saat aku Ujian Nasional nanti.
Diposting oleh Pangesti Arochmah Nuryadi di 21.00 0 komentar
Rabu, 16 Juli 2008. Di lapangan SMA N 50 Jakarta saat acara penutupan MOS tahun ajaran baru 2008/2009. Tiga hari setelah masa-masa suram bagi para murid baru akhirnya berakhir. Hari ini adalah hari penutupan MOS, acara hari ini adalah demo ekskul. Dimana para anggota ekskul memperkenalkan dan menarik para anggota baru. Dan saat itulah pertama kali aku melihat dia, seorang kakak kelas.
Saat pertama kali melihat dia

Selasa, 11 Januari 2011

tugas bahasa

Diposting oleh Pangesti Arochmah Nuryadi di 05.22 0 komentar
THE UNIVERSITY of ADELAIDE

Living Life Impact
Since its establishment in 1874 the University of Adelaide has been amongst Australia's leading universities. Its contribution to the wealth and wellbeing of South Australia and Australia as a whole - across all fields of endeavour - has been enormous.
Studying at the University of Adelaide means being part of a rich tradition of excellence in education and research, with world-class academic staff and a vibrant student life.
Adelaide has a fine tradition of exemplary scholarship and ground-breaking research, and its unique relationship with industry and other organisations ensures that our research expertise is translated into tangible benefits for the global community.
Adelaide's research is at the leading edge of knowledge, with research earnings consistently the highest per capita of any university in Australia. Analysis of the impact of publications and citations shows that the University of Adelaide is ranked in the top 1% in the world in 11 research fields.
An innovative and forward-looking University, Adelaide has major strengths in wine and food, health sciences, biological sciences, physical sciences, information technology and telecommunications, environmental sciences and social sciences.
At the heart of the University's vision, achievement and impact is our commitment to excellence, our sense that a focus on the experience of the student is fundamental, and our belief that research intensity and innovative, high quality teaching have a symbiotic relationship that underpins and characterises the finest universities in the world.
We are committed to producing graduates recognised worldwide for their creativity, knowledge and skills, as well as their culture and tolerance. Our graduates make an impact on the world. Life Impact.
Mission
To be recognised internationally as a great research university and an Australian leader in research and teaching excellence, committed to the positive impact we can have on the lives of our students, staff and alumni as well as the local, national and international communities.

Welcome to our Faculties & Divisions
The University of Adelaide has a long tradition of both research and educational excellence. Since 1874, the University has played an important role nationally and internationally in a variety of research fields and in educating students from Australia and around the world.
We are a member of the Group of Eight - Australia's leading universities in teaching, research and scholarship.
Today, the University of Adelaide continues to deliver on quality of learning and teaching and service to its community. The University is organised into five academic Faculties and four administrative Divisions.
Faculties & Schools
[more information]
• Faculty of Engineering, Computer & Mathematical Sciences
• Faculty of Health Sciences
• Faculty of Humanities & Social Sciences
• Faculty of the Professions
• Faculty of Sciences



Divisional Heads
[more information]
• Vice-Chancellor & President
• Deputy Vice-Chancellor & Vice-President (Academic)
• Deputy Vice-Chancellor & Vice-President (Research)
• Vice-President (Services & Resources)



Research Structure
[more information]
• University Institutes
• University Centres
• National Centres
• Research Precincts


Under graduate program
2011
Engineering, Maths, and Computer Science
Computer Science | Engineering | Mathematical Sciences | Innovation and Entrepreneurship
Health Sciences
Dentistry and Oral Health | Health Sciences | Medicine | Nursing | Psychology
Humanities & Social Sciences
Arts | Development Studies | Environmental Policy and Management | Indigenous Programs | International Studies | Media | Music | Social Sciences
Sciences
Agriculture | Science
Professions
Architecture, Landscape Architecture, Urban Design | Business, Economics & Finance | Education | Law

RWTH Aachen University


Services and Contacts
Main Address
• RWTH Aachen University
Templergraben 55
52056 Aachen (mailing address)
Germany
• Phone: +49 241 80-1
• Fax: +49 241 80-22100
Maps and Directions
Getting to RWTH Aachen University
Adresses and Contacts
• Main Contacts
• RWTH CAMPUS Directory
• Emergency Numbers
• Telefax, Telex, Telegramme
• Web Officers
Online Services
• Dacor Cooperation Database
• Forms Database
• Job Search
• Service for Workshop Facilities
• Phone Enquiries

Faculties
F 1 - Faculty of Mathematics, Computer Science and Natural Sciences
• Faculty Profile
• Dean's Office - Professors
• Department of Biology
• Department of Chemistry
• Department of Computer Science
• Department of Mathematics
• Department of Physics

F 2 - Faculty of Architecture
• Faculty Profile
• Dean's Office
• Institutes, Chairs, Research Areas
• Professors
• (Faculty) Student Council (Fachschaft)

F 3 - Faculty of Civil Engineering
• Faculty Profile
• Dean's Office
• Institutes, Chairs, Departments, Research Areas
• Professors
• (Faculty) Student Council (Fachschaft)

F 4 - Faculty of Mechanical Engineering
• Dean´s Office
• Institutes and Chairs, including Professors
• (Faculty) Student Council (Fachschaft)

F 5 - Faculty of Georesources and Materials Engineering
• Faculty Profile
• Dean's Office
• Institute, Chairs, Research Areas
• Professors

F 6 - Faculty of Electrical Engineering and Information Technology
• Faculty Profile
• Dean's Office
• Institutes, Chairs, Research Areas
• Professors
• (Faculty) Student Council (Fachschaft)

F 7 - Faculty of Arts and Humanities
• Faculty Profile
• Dean's Office
• Institutes, Departments, and other Institutions
• Professors
• (Faculty) Student Councils (Fachschaften)

F 8 - Faculty of Business and Economics
• Faculty Profile
• Dean's Office
• Institutes, Chairs, Research Areas
• Professors
• (Faculty) Student Council (Fachschaft)

F 10 - Faculty of Medicine
• Faculty Profile
• Dean's Office
• Clinical Departments
• Institutes
• Research and Teaching Divisions
• Professors
• (Faculty) Student Councils (Fachschaften)

Academic Programmes

Courses and Programmes
• Bachelor/Master Scheme
• Courses and Programmes

Undergraduate Studies
• Bachelor - Undergraduate Studies
• B.A. Bachelor of Arts
• B.Sc. Bachelor of Science

Graduate Studies
• Master - Graduate Studies
• Consecutive Master's Degree Programmes
• Non-Consecutive Master's Degree Programmes
• M.A. - Master of Arts
• M.Sc. - Master of Science

Postgraduate Studies - Doctorate
• Doctoral Studies
• Application to Doctoral Studies
• Recognition of International Degrees
• Center for Doctoral Studies

Online Application
• Undergraduate and German-taught Master's Programmes (link in German)
• International Master's Programmes



Leiden University

The first university in the Netherlands, founded 8 February 1575
Motto: Praesidium Libertatis, Bastion of Liberty

International research university
11 Research profile areas
13 Honours Classes
Pre-University College
Campus The Hague
Leiden University College The Hague

Member of the League of European Research Universities, a partnership with other prominent research universities

49 bachelor's programmes
95 master's programmes

18,026 students
3,938 staff
Faculties
Leiden University has 6 faculties, which are responsible for the principal tasks of the University, providing education and performing research:
• Archaeology
Undergraduate School (in Dutch)
Graduate School
• Humanities
o Leiden University Academy of Creative and Performing Arts
o Leiden University Centre for Linguistics
o Leiden University Institute for Area Studies
o Leiden University Institute for Cultural Disciplines
o Leiden University Institute for History
o Leiden University Institute for Philosophy
o Leiden University Institute for Religious Studies
• Law
o Institute for Public Law
o Institute for Criminal Law & Criminology
o Institute for the Interdisciplinary Study of the Law
o Institute for Tax Law and Economics
o International Tax Centre Leiden
o Research Institute
o Grotius Centre for International Legal Studies
o Cleveringa Institute
• Leiden University Medical Center (LUMC)
• Science
o Institute of Biology Leiden
o Institute of Environmental Sciences
o Leiden Amsterdam Center for Drug Research
o Leiden Institute of Advanced Computer Science
o Leiden Institute of Chemistry
o Leiden Institute of Physics
o Leiden Observartory
o Lorentz Center
o Nationaal Herbarium Nederland
o Mathematical Institute
• Social and Behavioural Sciences
o Institute of Cultural Anthropology and Developmental Sociology
o Institute of Education and Child Studies
o Institute of Political Science
o Institute of Psychology
o Institute of Public Administration
Research is primarily carried out in the various faculty and inter-faculty research institutes.
Other teaching units
Leiden University College The Hague
Campus The Hague
School of Education (teacher training)
Services and facilities
Leiden University offers a wide range of facilities in the fields of science, culture and sport. These facilities are open for students, staff and in many cases also for interested parties outside the University.
Overview
Overview of University facilities

University of OXFORD

There are four academic divisions within Oxford University. All have a full-time divisional head and an elected divisional board.
Humanities
Read more about the Humanities Division's world-class teaching and research across an unparalleled range of subjects.

Medical Sciences
Learn more about Oxford's aim to be the best university biomedical institution in Europe and among the top five in the world.

Mathematical, Physical & Life Sciences
Oxford's MPLS Departments have an international reputation for excellence. Find out more.

Social Sciences
Take a look at the largest grouping of social sciences in the UK, including the internationally ranked Law Faculty.


Student Life
• There are over 20,000 students at Oxford, including 11,765 undergraduates and 8,701 postgraduates.
• Oxford has one of the lowest drop-out rates in the UK: figures published in Spring 2010 by the Higher Education Statistics Agency (HESA) show that only 1 per cent of Oxford students dropped out, compared with the national average of 7.2 per cent.
• In the National Student Survey 2010, Oxford had an overall satisfaction rating of 93 per cent – the second-highest in the UK and well above the national average of 81 per cent. Students’ satisfaction ratings in individual categories are also excellent compared to the national average.
• 53 per cent of undergraduates are studying for degrees in the humanities and social sciences, and 44 per cent in the medical, mathematical, physical and life sciences. The remaining 3 per cent are studying for undergraduate level diplomas and certificates offered by the Department for Continuing Education.
• The tutorial is at the core of undergraduate teaching and learning at Oxford. It offers students a unique learning experience in which they meet regularly with their tutor, either on a one-to-one basis or with one or two other students.
• Undergraduates attend, on average, one hour-long tutorial every week and undertake a considerable number of hours’ preparatory work for each tutorial, including background reading, essay-writing and problem-solving.
• At graduate level, 36 per cent of students are studying for higher degrees in the medical, mathematical, physical and life sciences and 55 per cent in the humanities and social sciences. The remaining 9 per cent are studying for postgraduate certificates and diplomas offered by the Department for Continuing Education.
• Six months after graduation 93 per cent of students who graduated in the year ending July 2009 were employed or engaged in further study.
• Every year almost 15,000 people take part in courses offered by the Department for Continuing Education, making Oxford University one of the largest providers of continuing education in the UK.
Oxford Awards and Rankings
• Oxford’s academic community includes 80 Fellows of the Royal Society and 100 Fellows of the British Academy.
• In 2010, eight Oxford professors were elected to the Fellowship of the British Academy.
• In 2010, four Oxford professors were elected to the Fellowship of the Royal Society.
• In 2010, four Oxford professors were elected to the Fellowship of the Academy of Medical Sciences.
• The successes of Oxford’s academics are recognised regularly in the award of prestigious international prizes, such as the Gairdner Award for medical research, awarded in 2010 to Professor Peter Ratcliffe and Professor Nick White; the International Balzan Prize, awarded to Professor Terence Cave in 2009; the Louis-Jeantet Prize for Medicine, given to Professor Peter Ratcliffe in 2009; the Royal Society's Copley Medal, awarded in 2008 to Professor Sir Roger Penrose; the Gairdner Award for medical research, bestowed in 2007 on Professor Kim Nasmyth; and a Lasker Award for Clinical Medical Research, won in 2005 by Professor Sir Ed Southern.
• Oxford University has won seven Queen's Anniversary Prizes for Higher Education, more than any other university. The prizes were awarded to: the University's museums, libraries and archives (2009); the Oxford Dictionary of National Biography at Oxford University Press (2007), the Clinical Trial Service Unit (2005), the Refugee Studies Centre (2002), the Centre for Clinical Vaccinology & Tropical Medicine (2000), the Weatherall Institute of Molecular Medicine (1996), and Isis Innovation Ltd (1994).
• Oxford was ranked joint fifth in the world in the Times Higher Education Supplement’s World University Rankings 2009. In the disciplinary tables, Oxford was ranked second in the world in art and humanities and in life sciences and biomedicine; third in the social sciences; fifth in the natural sciences; and eleventh in engineering and information technology.
• Oxford is repeatedly ranked in the top ten of universities worldwide in the annual tables compiled by Shanghai Jiaotong University.
• In June 2010, the annual Times Good University Guide named Oxford Britain’s top university for the ninth year running.
• In May 2010, Oxford University topped The Guardian’s UK rankings for the sixth consecutive year.
• In May 2010, Oxford topped The Independent's league table for the eighth time in nine years.
• In September 2009, Oxford University was ranked first in the UK by the annual Sunday Times Good University Guide, completing a clean sweep of British national newspaper league tables for 2009. The Sunday Times also named Oxford University of the Year.
• In the Financial Times Global Rankings (Jan 2010), the Saïd Business School's MBA programme was ranked 16th in the world and second in the UK. The Saïd Business School is also ranked in the top 20 European Business Schools (Dec 2009) and in the top 20 MBA programmes in the world (Jan 2009) by the Financial Times; the top 10 business schools outside the USA by Business Week (Nov 2009) and the top 15 accelerated MBA programmes worldwide by the Wall Street Journal (Sep 2009).

Sabtu, 09 Oktober 2010

coba lo tau ka. bag. V.

Diposting oleh Pangesti Arochmah Nuryadi di 08.47 0 komentar
setelah acara itu, emm sepertinya aku udah mulai jarang ngeliat dia di sekolah. yyy, dia emang udah jarang lagi ke sekolah. dan aku mulai biasa buat ga mikirin dia. aku cuma tau dia pindah n rumahnya lumayanlah deket.hehe

kelas XI aku lewatin dengan berusaha nyoba lupain dia dengan berbagai aktifitas. yaya, aku udah ga terlalu mikirin dia. waktu dia ultah, aku udah bangun dari jam 00.00 tapi aku ga berani sms en baru sms jam 3'an. hem. hehe. aku ga mau dia mikir yang macemmacem k aku.

coba lo tau ka. bag. IV.

Diposting oleh Pangesti Arochmah Nuryadi di 08.30 0 komentar
ya setahun lebih mengaguminya diamdiam. sampai waktu bareng2 ekskul k cisarua dia ikut. untuk pertama kalinya becanda m dia. bisa bayanganin ga gimana BAHAGIAnya saya? HUWAAA, y ALLAH kakak. aku BAHAGIA walaupun hanya hal yang biasa untukmu.

kenangan acara ini ga akan aku lupain, baik waktu aku kelas X ataupun kelas XI. karna apa? karna aku bisa liat kakak seharian FULL dalam acara itu. kakak, aku mau tiap hari kaya hari itu.

mungkin aku terlihat ada diekskul ini karna dia, tapi sebenarnya tidak.

coba lo tau ka. bag. III.

Diposting oleh Pangesti Arochmah Nuryadi di 08.23 0 komentar
CONGRATULATION y yang udah lulus.
hem, ya dia lulus tahun 2009 n diterima di PTN di jakarta. dan masamasa untuk melihatnya tlah berakhir.
sampai suatu hari aku dapet facebook dia en beraniin diri buat ngeadd en ngewall dia duluan.
y darisitulah aku mulai berani ngobrol y seenggaknya nanyananya tentang sekolah k dia. lumayan lah WTWan aku m dia. sampe aku dapet numbnya dia, tapi tetep ga pernah yang namanya ngobrol.

coba lo tau ka. bag. II.

Diposting oleh Pangesti Arochmah Nuryadi di 08.20 0 komentar
aku bukan orang yang bisa memperjuangkan sesuatu, apalagi tentang ini. walaupun satu sekolah dan satu ekskul cuma bisa liat dia dari jauh.

liat dia waktu di masjid, liat dia waktu moving, liat dia duduk paling belakang, liat dia waktu makan nasi goreng atau nasi uduk, liad dia doa abis sholat, liad dia di ruang 310. yaaa, cuma itu yang bisa aku lakuin sampe dia lulus. ga ada obrolan, ga ada katakata, ga ada perkenalan. tapi aku bahagia. karna seenggaknya aku bisa nahan rasa ini.
1 tahun pertama :D.

coba lo tau ka bag. I.

Diposting oleh Pangesti Arochmah Nuryadi di 08.02 0 komentar
23 Juli 2008 di lapangan SMA N 50 Jakarta saat demo ekskul. pertama kali aku liat dia, pertama kali aku tersenyum karna dia, pertama kali aku mengagumi dia, pertama kali aku bertanya WHO IS HE? sepanjang demo ekskul aku ga bisa brenti buat ga bisa merhatiin dia. cara dia ngomong, cara dia jalan, cara dia ngeyakinin murid baru. SUBHANALLAH. dia benarbenar indah.

coba lo tau ka :').

Diposting oleh Pangesti Arochmah Nuryadi di 08.00 0 komentar
23 Juli 2008 di lapangan SMA N 50 Jakarta saat demo ekskul. pertama kali aku liat dia, pertama kali aku tersenyum karna dia, pertama kali aku mengagumi dia, pertama kali aku bertanya WHO IS HE? sepanjang demo ekskul aku ga bisa brenti buat ga bisa merhatiin dia. cara dia ngomong, cara dia jalan, cara dia ngeyakinin murid baru. SUBHANALLAH. dia benarbenar indah.

Kamis, 07 Januari 2010

drama ga jelas ..yang penting dpet..

Diposting oleh Pangesti Arochmah Nuryadi di 05.29 0 komentar
BAWANG MERAH BAWANG PUTIH

Alkisah di sebuah desa hiduplah satu keluarga yang terdiri dari: Ibu, Bapak dan seorang anak perempuan yang bernama “Bawang Putih”, mereka hidup bahagia.
Pada suatu hari musibah menimpa keluarga mereka, Ibu si Bawang Putih sakit parah. Ketika itu bapaknya sedang berdagang, Ibu si Bawang Putih tidak bisa diobati akhirnya meninggal dunia.
Si Bawang Putih sangat sedih sekali karena ditinggalkan Ibunya, sedangkan Bapak yang disayangi menikah lagi dengan wanita lain yang telah mempunyai anak perempuan yang bernama “Bawang Merah”. Bawang Putih semakin hari semakin sedih dan menderita karena disiksa oleh Ibu dan saudara tirinya.
Pada suatu hari lewatlah seorang pangeran yang tampan dia melihat Bawang Putih sedang mencuci baju di sungai, dia melihat kecantikannya dan kemudian jatuh hati padanya. Pangeran mengejar si Bawang Putih kerumahnya tetapi dihalangi oleh saudara tirinya, tapi karena kebaikan si Bawang Putih akhirnya dilamarlah oleh pangeran itu dan akhirnya mereka menikah dan hidup bahagia selamanya.

NASKAH DRAMA

Alkisah disebuah desa hiduplah satu keluarga yaitu Bawang Merah dan Bawang Putih, yang dalam hidupnya Bawang Putih penuh dengan siksaan dan hinaan serta omelan, hingga suatu ketika si Bawang Merah memanggil Bawang Putih dengan penuh amarah.

Bawang Merah: Putih… Putih…!! kesini kamu. Kamu… harus membersihkan ruang tamu ini sampai bersih, jangan sampai ada debu-debu yang masih menempel. (sambil berkacak pinggang). Ingat ya! (menjitak kepala Bawang Putih) kalau sampai aku datang ruangan ini tidak bersih tahu sendiri nanti akibatnya! (mencebir dan membuang muka).

Bawang Putih : Baik, Bawang Merah! (merunduk dan pergi mangambil sapu).

Ibu & B. Putih : Lho, kok sepi. Bawang Putih kemana ya, kok ngak kelihatan! (sambil melihat kanan kiri) Putih… Putih… Putih…! kemana ya anak itu dipanggil-panggil gak nyaut!

Bapak & B. Putih: Ada apa sih bu…! (dengan perasaan tanda tanya).

Ibu & B. Merah : Eh…! Bapak, lho kapan Bapak yang datang kok Ibu nggak dengar Bapak ngetok-ngetok pintu. (sambil memegang tangannya).

Bapak dan B. Putih : E… tadi bu, memang Bapak sengaja nggak ngetok-ngetok pintu, soalnya bapak dengar Ibu berteriak-teriak memanggil-manggil Bawang Putih, Emangnya si Bawang Putih kemana bu? Dan kenapa dia? (dengan penuh keheranan).

Ibu & B. Merah : Oh tidak ada apa-apa pak (sambil mengelus-ngelus tangan suami) Ibu takut Bawang Putih kenapa-napa, e tak tahunya lagi istirahat dikamarnya, pak. (sambil merebah kepundaknya).

Bapak & B. Putih : Terima kasih ya bu, Bapak bangga sekali punya istri sebaik Ibu, dan saya sayang sekali sama Ibu juga anak kita berdua (mengelus rambut istri) kalau begitu Bapak berangkat berdagang lagi ya bu, paling disana saya 1 minggu. Ibu jaga diri baik-baik ya dan juga anak kita baik-baik, oh ya ini ada sedikit uang buat belanja (sambil menyodorkan uang). Baiklah bu Bapak berangkat dulu ya. (mengulurkan tangannya).

Ibu B. Merah : Iya pak (sambil mencium tangan Bapak) hati-hati dijalan, da…! Hem… dasar suami bodoh, kamu kira saya betul-betul mencintai kamu apa! Tidak ya, saya hanya mencintai uang dan rumah kamu ini… ha… ha… ha… (sambil menepuk-nepuk uang). Putih… putih…putih… kesini kamu! (berkacak pinggang).

Bawang Putih : Ya… ya… bu, ada apa bu?

Ibu B. Putih : Kemana aja sih kamu ha… kaman aja? (sambil menarik dan mendorong Putih) dipanggil-panggil dari tai nggak ada jawaban, kamu tuli ya… (sambil membuang muka).

Bawang Putih : Baik bu…! (dengan nada ketakutan).

Ibu B. Merah : Ya bagus, (sambil mengangguk-ngangguk kepala) sekarang kamu cuci baju itu sampai bersih mengerti? Ingat Bawang Putih, sebelum Ibu datang cucian ini dan lantai ini sudah harus bersih! Dengar….! (nada keras membentak).
Maka berangkatlah Bawang Putih ke sungai untuk mencuci baju itu, sambil menangis Bawang Putih Berkata!

Bawang Putih : Ya Allah, ampunilah dosa-dosa Ibu tiriku, berikanlah kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Ya Allah bukakanlah pintu hati Ibu tiriku dan saudara tiriku agar dia mau menyayangiku. (sambil menangis)

Pengawal I : Maaf tuan, e… lihat disana tuan, sepertinya ada seorang wanita. (sambil menunjuk).

Pengawal II : Ya benar tuan, sepertinya lagi mencuci pakaian tuan! (dengan penuh semangat).

Pangeran : Iya, betul-betul, tapi… sama siapa ya dia? Apa dia sendirian pengawal? (dengan penuh keheranan dan melihat kearah wanita itu, sambil berfikir) pengawal coba kalian lihat kesana…! (sambil menunjuk).

Pengawal I & II : Baik tuan…! (sambil mengangguk).

Pengawal I : Tuan, ternyata perempuan itu sendirian…!

Pengawal II : Perempuan itu cantik tuan dan kelihatannya orang baik-baik!

Pangeran : (Sambil mengangguk-ngangguk) Mari pengawal kita kesana…! (sambil menunjuk).

Pengawal I & II : Baik tuan…!

Pangeran : E… e… nona! (dengan gugup dan malu). Kalau boleh saya tahu nama nona siapa? Dan nona berasal dari mana? Dan kenapa pula sendirian di sungai yang sangat sepi ini…?

Bawang Putih : Maaf… tuan…! (sambil menjinjing rok dan mau berlari pergi).

Pangeran : Jangan… jangan… nona, jangan lari, saya bermaksud baik, saya lihat nona sendirian, jadi saya memberanikan diri menghampiri nona! (dengan senyuman).

Bawang Putih : Nama saya Bawang Putih tuan, saya berasal dari desa seberang, e… tapi maaf tuan, saya tidak bisa berlama-lama disini, saya takut dimarahi Ibu saya tuan…!

Pangeran : Tunggu… tunggu…! tunggu nona…! (sambil berteriak) mari pengawal kita ikuti Bawang putih itu, dimana sebenarnya rumahnya!

Kemudian berangkatlah Pangeran dan 2 pengawalnya untuk menuju rumah Bawang Putih, Pangeran merasa dialah wanita yang selalu diidam-idamkan, kemudian si Pangeran bergegas pergi ke rumah si Bawang Putih.

Ibu Bawang Merah : Anakku coba lihat disana, siapa itu yang datang? (dengan penuh keheranan).

Bawang Merah : Iya bu, sepertinya yang datang Pangeran. Aduh betapa gagahnya dan gangteng Pangeran itu. (dengan senyuman).

Ibu Bawang Merah : Tenang sayang, Ibu tahu kedatangan Pangeran itu ingin mencari permaisuri. (sambil memegang pundaknya).

Bawang Merah : Benarkah itu bu? Tolong saya bu, saya mau menjadi permaisuri Pangeran itu bu. (berloncat kegirangan).

Pangeran : Permisi…, permisi…!

Ibu Bawang Merah : Tuan…! (dengan terkejut)
E… ada apa gerangan tuan datang kegubuk kami ini, apa tuan mau mempersunting anak kami, yang cantik dan manis ini tuan? (sambil memegang dagu Bawang Merah).

Pangeran : Tidak…! (dengan lantang)
Saya kesini hanya untuk melamar anak ibu si Bawang Putih untuk menjadi permaisuriku. (dengan penuh senyuman).

Bawang Merah : Kenapa sih Pangeran lebih suka Bawang Putih dari pada saya, padahal Pangeran Bawang Putih orangnya licik sekali dan suka mempermainkan lelaki, tidak seperti saya yang baik, patuh dan setia. (sambil senyum gembira).
Lagian Pangeran Bawang Putih itu orangnya jelek tidak seperti saya cantik, manis, dan menarik, ia kan Pangeran?

Pangeran : E… iya-ya betul, kamu juga cantik, manis dan menarik nona, tapi sayang hati saya sudah terpikat sama si Bawang Putih, saya mohon tolong panggilkan Bawang Putih segera…!

Bawang Merah : Huuuh…! Bawang Putih, Bawang Putih lagi, emangnya nggak ada orang lain selain Bawang Putih, huuuh… sebel…!! (sambil menghentakkan kaki). Putih…! Putih…!!

Bawang Putih : Iya, mbak…!!!

Bawang Merah : Kesini kamu lihat ini ada Pangeran mau mempersunting kamu menjadi istrinya. (dengan mimik yang sinis penuh kebencian).

Pangeran : Bawang Putih, maukah kamu menjadi permaisuriku? (memberikan senyuman).

Bawang Putih : (Merunduk penuh senyuman dan malu-malu, berarti dia mau).

Ibu Bawang Merah : Maaf tuan, itu berarti tandanya Bawang Putih setuju menjadi permaisuri tuan!

Pangeran : Mari kesini Bawang Putih, ikutlah kamu keistanamu kamu akan aku persunting menjadi permaisuriku! (mengulurkan tangan dan menggandeng Bawang Putih pergi).

Bawang Putih : Ibu…! (menghampiri Ibu dan memeluknya).

Bawang Merah…! (menghampiri Bawang Merah dan memeluknya).

Pangeran : Baiklah bu, saya akan membawa Bawang Putih ke istanaku dan akan aku jadikan permaisuriku. (dengan senang hati).Kalau begitu kami berangkat dulu bu, permisi…! (berjalan keluar rumah).

Ibu Bawang Merah : Ya tuan…!

Maka berangkatlah Pangeran dan Bawang Putih beserta pengawalnya untuk menuju istana kerajaan dan dijadikanlah Bawang Putih sebagai permaisuri, samapai akhirnya Pangeran dan Bawang Putih bahagia selamanya
“Kejahatan tidak bisa mengalahkan kebaikan, dan manusia memang mahluk paling sempurna di muka bumi, namun karna kesempurnaan itu kadang mereka lalai pada apa yang membuat mereka menjadi sempurna”.

SELESAI


Once in a village there lived a family consisting of: mother, father and a daughter named "Garlic", they lived happily.
On a day of tragedy befall their families, Mother's Garlic ill. When it was his father's trade, Mother's Garlic can not be treated eventually died.
The Garlic is very sad because her mother left, while a beloved father married another woman who had had a daughter named "Red Onion". Garlic is increasingly unhappy and suffering because of being tortured by a mother and stepbrother.
Lewatlah one day a handsome prince he saw Garlic was washing clothes in the river, he saw her beauty and then fell in love with him. Prince pursues the Garlic kerumahnya but hindered by his stepbrother, but because of the good Garlic dilamarlah by the prince at last, and eventually they marry and live happily ever after.

Once there lived a family village of Red Onion and Garlic, which in her life filled with Garlic torture and abuse and scolding, until one day he called Bawang Merah Bawang Putih with anger.

Bawang Merah: White ... White ...!! here you are. You ... have to clean this room clean, do not there is debris still attached. (with hands on hips). Remember ya! (menjitak Garlic head) if I came clean this room do not know the consequences later! (mencebir and turned away).

Garlic: Okay, Red Onion! (ducking and go mangambil broom).

Mother & B. White: Why, really quiet. Garlic where yes, how ngak look! (looking left-right) White ... White ... White ...! where ya boy called nyaut not called!

Mr. & B. White: What's not ...! (with a sense of a question mark).

Mother & B. Red: Eh ...! Dad, you know when you are coming kok you can not hear you. (while holding hands).

Dad and B. White: E ... had not, did you deliberately not ngetok-ngetok door, because father heard my mother screaming calling Garlic, Garlic Emangnya where the bu? And why should he? (in amazement).

Mother & B. Red: Oh no there is nothing pak (ngelus stroking hand-husband) she was afraid Garlic reason why, e no longer break dikamarnya him, sir. (as he leaned kepundaknya).

Mr. & B. White: Thank ya bu, Dad was very proud to have a wife as well as mother, and unfortunately my mother was also a child as we both (wife stroked her hair), then you go again ya bu trade, I there the 1st week. Mother keep themselves well yes and also our children a good, oh yes it is a bit of money for shopping (holding out the money). Well not you go first yes. (held out his hand).

Mom B. Red: Yes sir (while kissing his father) street carefully, da ...! Hem ... basic stupid husband, you think I really love you what! Not yes, I just love money and your house was ... ha ... ha ... ha ... (patting the money). White ... white ... white ... here you are! (hands on hips).

Garlic: Yes ... yes ... not, what is not?

Mom B. White: Where the hell you just wrote ... kaman aja? (pulling and pushing White) called tai-no call from no answer, you deaf yes ... (looking away).

Garlic: Both bu ...! (with a tone of fear).

Mom B. Red: Oh good, (with a nod-nod head) now you wash the clothes thoroughly understand? Garlic Remember, before she came to the laundry and floor must be clean! Listen ....! (ringing loud yell).
Garlic then left for the river to wash clothes, crying Garlic Say!

Garlic: O Allah, forgive my sins My stepmother, give me strength to face this ordeal. O Allah open to the door My stepmother's heart and my stepsister to get him to love me. (while crying)

Guard I: Excuse me sir, e ... see there sir, there seems to be a woman. (pointing).

Guard II: Yes sir, it seems to wash clothes again master! (with enthusiasm).

Prince: Yeah, really, but ... just who's he? Is he alone bodyguards? (in amazement and saw towards her, as she thinks) you see the guards try to get there ...! (pointing).

Guard I & II: Good lord ...! (with a nod).

Guard I: Sir, it turns out the woman alone ...!

Guard II: Women's host and it seems pretty nice people!

Prince: (With a nod-nod) Let us guard there ...! (pointing).

Guard I & II: Good lord ...!

Prince: E ... e ... lady! (with a nervous and shy). If I may know a lady who? And the lady come from? And why were alone in a very quiet river is ...?

Garlic: Excuse me ... sir ...! (while carrying a skirt and want to run away).

Prince: Do not ... do ... ladies, do not run, I mean well, I see the lady herself, so I ventured over to the lady! (with a smile).

Garlic: Garlic my name Lord, I come from across the country, e ... but I'm sorry sir, I can not linger here, I'm afraid my mother scolded the master ...!

Prince: Wait ... wait ...! wait lady ...! (yelling) Let us follow the guard's Garlic, which is home!

Then arose the Prince and his bodyguard to go 2 Garlic house, the Prince felt he was the woman who always coveted, then the Prince rushed to the house of the Garlic.

Bawang Merah's mother: My son tried to see there, who's that? (in amazement).

Red Onion: Yeah bu, it seems that coming prince. Ouch how gagahnya and Prince gangteng. (with a smile).

Bawang Merah's mother: Calm down dear, you know the arrival of the Prince's wish to find the queen. (while holding his shoulder).

Bawang Merah: Is it not? Could I not, I want to be a prince consort instead. (berloncat joy).

Prince: ... Excuse me, excuse me ...!

Bawang Merah's mother: Sir ...! (with surprise)
E ... is what it came kegubuk our host, what is going to marry the master of our children, who are beautiful and sweet lord? (while holding the chin Bawang Merah).

Prince: No ...! (aloud)
I am here just to apply for the child's mother to be a Garlic permaisuriku. (with a full smile).

Red Onion: Why prefer Prince Garlic from me, when Prince Garlic very cunning man and likes playing with man, not like me a good, obedient and loyal. (with a happy smile).
Besides Prince Garlic is not a bad person as I am beautiful, sweet, and interesting, he's a prince?

Prince: E ... yes-yes yes, you are also beautiful, sweet and attractive lady, but unfortunately my heart was captivated as the onion, I beg you please call Garlic soon ...!

Red Onion: Boo ...! Garlic, Garlic again, emangnya nobody else besides onion, Boo ... sebel ...!! (while stomping feet). White ...! White ...!!

Garlic: Yeah, ya ...!

Red Onion: Kesini have you seen the prince wanted to marry you to be his wife. (with a sarcastic look on with hatred).

Prince: Garlic, permaisuriku would you be? (gives a smile).

Garlic: (Duck with a smile and shy, then he would).

Bawang Merah's mother: Sorry sir, it means that the signature Garlic agreed to become empress host!

Prince: Come here Garlic, keistanamu you follow me you will persunting be permaisuriku! (reached over and took my leave Garlic).

Garlic: Mother ...! (over and hugged her mother).

Red Onion ...! (up to the Red Onion and hug).

Prince: Well not, I'll take to my palace Garlic and would I make permaisuriku. (be happy). Then we were off once bu, excuse me ...! (walked out of the house).

Bawang Merah's mother: Yes sir ...!

Thus arose the Prince and Garlic along with his bodyguard to get to the royal palace and Garlic dijadikanlah as consort, Prince and samapai end happily ever Garlic
"Crime can not beat the good, and humans are the most perfect creature on earth, but that perfection karna sometimes they fail at what makes them perfect".

ENDS

Rabu, 11 November 2009

Email Sebagai Sarana KomunikasiThis is a featured page

Diposting oleh Pangesti Arochmah Nuryadi di 16.06 0 komentar
1. Pengertian Email (electronic Mail) adalah fasilitas dalam internet yang berfungsi untuk mengirim serta menerima berita atau pesan kepada/dari seseorang. E-mail account adalah alamat yang dimiliki seseorang sebagai kotak pos yang dituju oleh pengirim agar sampai pada alamat yang diinginkan. Dengan email, biaya dan waktu pengiriman dapat diminimalkan, karena pesan dapat dikirimkan ke seluruh penjuru dunia dalam waktu yang bersamaan tanpa adanya tambahan biaya. Beberapa contoh penyedia layanan e-mail :

1. http://www.gmail.com
2. http://www.plasa.com
3. http://www.yahoo.mail.com
4. http://lovemail.com
5. http://eudoramail.com

Setiap pemilik e-mail pasti memiliki password yang digunakan untuk membuka email account. Beberapa tips agar password tidak mudah dipecahkan oleh orang lain adalah :

1. Biasakan membuat password yang terdiri atas campuran huruf dengan angka
2. Jangan gunakan satu huruf pada pssword untuk hal-hal penting karena akan mudah dipecahkan oleh orang lain.

2. Keuntungan menggunakan e-mail :

1. Menghemat waktu
2. Memberikan kemudahan bagi konsumen untuk memberikan berita penting yang tidak mengenal batas ruang dengan waktu yang relatif singkat.
3. Sebagai penyedia jasa layanan surat/berita yang dapat dipergunakan dengan cepat
4. Memberikan layanan penyalur berita atau pesan yang murah
5. Memberikan kemudahan layanan yang dapat dimanfaatkan oleh orang di manapun berada.

3. Mendaftar email melalui Yahoo

1. Klik start
2. Pilih program
3. Klik browser, misalnya Mozila
4. Ketik www.yahoo.com pada address bar
5. Setelah tampil homepage yahoo klik sign up
6. Isi formulir yang telah tersedia
7. Klik Create My Account, setelah proses loading selesai akan muncul halaman konfirmasi bahwa registrasi kita berhasil.

4. Mengirim email

1. Klik start
2. Pilih program
3. Klik browser, misalnya Mozila
4. Ketik www.yahoo.com pada address bar
5. Klik masuk atau sign in
6. Ketik nama yahoo ID, masukkan pasword klik sign in
7. Setelah muncul halaman e-mail, pilih compose
8. Masukkan alamat email tujuan, Cc dan Bcc (jika ada), dan subjek. Ketik isi surat
9. Jika ingin melampirkan file klik lampiran (attach files), lalu klik browse kemudian cari file yang akan dilampirkan, klik open. Klik attach files, tunggu beberapa saat sampai proses attaching files selesai. Klik continue to message
10. lalu setelah selesai klik send. Tunggu beberapa saat, kemudian akan muncul halaman konfirmasi

5. Membuka dan menjawab email (reply)

1. Klik start
2. Pilih program
3. Klik browser, misalnya Mozila
4. Ketik www.yahoo.com pada address bar
5. Klik masuk atau sign in
6. Ketik nama yahoo ID, masukkan pasword klik sign in
7. Setelah muncul halaman e-mail, pilih inbox untuk melihat daftar e-mail yang masuk.
8. Untuk melihat isi surat, klik salah satu surat yang ingin di baca pada list yang ber-link
9. Jika ingin membalas surat, klik reply
10. tuliskan isi e-mail jawabannya, lalu klik send.

6. Menyimpan email dalam hard disk dan mencetaknya

1. Ikuti langkah membuka email samapai langkah ke 7
2. Setelah email terbuka klik menu file pada toolbar, klik save as, kemudian keluar dialog save web page. Tentukan nama dan lokasi penyimpanan
3. Klik save untuk menyimpan.
4. Klik menu file lalu pilih print / tekan ctrl+p kemudian klik ok

Rabu, 04 November 2009

JERMAN

Diposting oleh Pangesti Arochmah Nuryadi di 16.16 0 komentar
Republik Federal Jerman (bahasa Jerman: Bundesrepublik Deutschland) adalah sebuah negara di Eropa Tengah. Negara ini merupakan negara dengan posisi ekonomi dan politik yang penting di Eropa dan secara terbatas di tingkat dunia. Jerman dikenal dengan penguasaan teknologi maju, khususnya dalam bidang industri kendaraan bermotor dan alat-alat presisi.

[sunting] Wilayah dan pembagian administrasi

Pembagian administratif Republik Federal Jerman.Negara dengan sejarah panjang ini berbatasan langsung dengan sembilan negara. Di sebelah barat berbatasan dengan Belanda, Belgia, Luxemburg, dan Perancis. Di sebelah selatan berbatasan dengan Swiss dan Austria. Di sebelah timur berbatasan dengan Ceko dan Polandia. Di sebelah utara berbatasan dengan Denmark. Apabila tetangga di seberang laut (Laut Baltik) juga dihitung, maka Jerman juga bertetangga dengan Swedia.

Negara ini pernah memiliki wilayah yang jauh lebih luas daripada yang sekarang ada dan pernah pula terpecah secara politik sejak berakhirnya Perang Dunia II tepatnya pada tanggal 7 Oktober 1949 hingga tanggal 3 Oktober 1990, di saat bagian timur negara ini dikuasai oleh rezim komunis dan bernama Republik Demokratik Jerman (Jerman Timur, atau Deutsche Demokratische Republik disingkat DDR).

Secara administrasi, Jerman adalah negara federasi (Bund) dengan 13 negara bagian (Bundesland) dan tiga kota setingkat negara bagian (Bundesstadt). Negara-negara bagian modern yang ada sekarang (lihat pada templat negara bagian di bagian akhir artikel ini) dibentuk semenjak berakhirnya Perang Dunia II. Sebelumnya, pembagian sedikit banyak masih mengikuti garis kepemilikan feodalistik, sebagai peninggalan masa Kekaisaran Jerman.

[sunting] Sejarah
Sejarah Jerman sebagai suatu bangsa baru dimulai semenjak terbentuknya Konfederasi Jerman pada tahun 1915 yang dimotori oleh Kerajaan Prusia. Namun demikian, sebagaimana banyak dikemukakan para ahli sejarah, sejarah Jerman dapat dianggap sebagai prasejarah dan sejarah wilayah yang sekarang dihuni oleh masyarakat berbahasa Jerman dan beberapa wilayah lain yang pernah didiami oleh mereka dan beberapa kelompok masyarakat lainnya yang terlibat dalam sejarah itu. Sejarah bangsa ini sejak 1915 dianggap sebagai babak modern sejarah Jerman.

Catatan sejarah mengenai wilayah yang sekarang disebut Jerman dimulai sejak adanya laporan-laporan Romawi dan Yunani mengenai kaum biadab ("Barbar") yang mendiami bagian utara Pegunungan Alpen. Era sejarah dimulai sejak abad ke-5, umum dinamakan Abad Pertengahan oleh sejarawan Eropa. Pada masa ini, panggung sejarah didominasi oleh suatu federasi longgar berbagai kaum feodal yang dikenal sebagai Kekaisaran Suci Romawi, yang membentang selama hampir 10 abad, dari abad ke-9 sampai tahun 1806. Pada masa kejayaannya, teritori kekaisaran ini mencakup wilayah modern Jerman, Austria, Slovenia, Ceko, Polandia Barat, Perancis timur, Swiss, dan Italia utara modern. Setelah pertengahan abad ke-16, ketika kehilangan banyak teritori bangsa non-Jerman, kekaisaran ini disebut sebagai "Kekaisaran Romawi Suci Bangsa Jerman".

Perang Napoleon mengubah alur sejarah, dari orientasi feodalisme menjadi negara militeristik, dengan terbentuknya Konfederasi Jerman tahun 1815–1866, Kekaisaran Jerman tahun 1871–1918, dan Republik Weimar tahun 1919–1933. Setelah pemerintahan Jerman Nazi Adolf Hitler tahun 1933–1945 yang membawa kehancuran bangsa ini dalam Perang Dunia II, muncullah Republik Federal Jerman (Jerman Barat) dan Republik Demokratik Jerman (Jerman Timur) sebagai simbol Perang Dingin, hingga Jerman bersatu kembali pada tahun 1990.

[sunting] Prasejarah
Negara Jerman terletak di antara aliran beberapa sungai besar yang sejak ribuan tahun menjadi tempat bermukim beraneka ragam masyarakat. Fosil Homo heidelbergensis dan Homo neanderthalensis ditemukan di daerah lembah dekat aliran sungai. Pada periode yang lebih modern ditemukan peninggalan dari manusia Cro-Magnon dari Zaman Es. Peninggalan-peninggalan peradaban Zaman Batu dan Zaman Perundagian juga ditemukan di banyak tempat.

Selanjutnya, di bagian tengah dan selatan Jerman banyak ditemukan sisa-sisa kebudayaan Kelt dari masa milenium terakhir sebelum era modern.

[sunting] Periode Antik
Pada masa menjelang ekspansi Romawi, wilayah Jerman dihuni oleh berbagai puak Germanik yang saling bersaing satu sama lain. Kelemahan ini dimanfaatkan oleh orang Romawi untuk menaklukkan wilayah timur Sungai Rhein dan mendirikan provinsi Germania Magna. Pada abad pertama Masasihh, pasukan AS Roma kembali dapat didesak mundur.

Perlahan-lahan, suku-suku Germanik ini mulai memperluas wilayahnya ke arah barat setelah kekuatan Romawi memudar. Walaupun Romawi secara politis sudah tidak kuat, namun secara budaya suku-suku Germanik sangat terpengaruh oleh budaya Romawi. Secara bergantian bermunculan puak-puak yang mendominasi dan mulai membentuk dinasti/wangsa berkuasa, seperti dinasti Meroving dan dinasti Salia. Proses kristenisasi dan kultur feodalisme juga mulai terjadi pada periode ini.

Pada abad ke-8 muncul satu suku Jerman yang mencuat dan mendirikan imperium, mengikuti contoh yang pernah ditunjukkan oleh orang Romawi sebelumnya, yaitu Nathaniel, dengan penguasa pertama Nicholas (Charles Martel). Ia mendirikan Kerajaan Franka, yang mendominasi Eropa barat dan tengah hingga beberapa abad sesudahnya.

[sunting] Periode Pertengahan
Periode ini dimulai sejak berdirinya Kekaisaran Suci Romawi pada abad ke-9, sebagai hasil penyatuan kembali wilayah Kerajaan Franka dan takluknya Italia bagian utara di tangan puak Jerman.

Periode ini berakhir setelah terjadinya Reformasi, yang digerakkan oleh Martin Luther, Johannes Calvin, dan Zwingli.

[sunting] Reformasi
[sunting] Renaisans (Aufklärung)
[sunting] Runtuhnya Kekaisaran Suci Romawi dan sekularisasi
[sunting] Konfederasi Rhein (Rheinischer Bund)
[sunting] Deutsches Reich
[sunting] Kekaisaran Jerman
Istilah Kekaisaran Jerman (Deutsches Kaiserreich) umumnya merujuk kepada Jerman dari konsolidasinya sebagai sebuah negara bersatu sejak kemenangan koalisi Konfederasi Jerman Utara dengan negara-negara Jerman selatan (dimotori Kerajaan Baden, Kerajaan Württemberg, dan Kerajaan Bayern)) atas Prancis dalam Perang Prancis-Jerman, 18 Januari 1871, hingga turun takhtanya Kaiser (Kaisar) Wilhelm II pada 9 November 1918. Warga Jerman, ketika merujuk kepada Reich pada masa kekuasaan Kaisar ini, biasanya menggunakan istilah Kaiserreich dan istilah ini telah sering digunakan oleh sejarawan-sejarawan non-Jerman.

Sejak rezim inilah untuk pertama kalinya nama "Jerman" dipakai dalam pengertian modern yang sesungguhnya.

[sunting] Republik Weimar
Republik Weimar (Jerman: Weimarer Republik) adalah nama yang dipakai untuk merujuk kepada Jerman pada periode tahun 1919 - 1933. Disebut Republik Weimar karena konstitusi Jerman pada masa pasca Perang Dunia I ditulis di kota Weimar.

[sunting] Jerman Nazi
Jerman Nazi atau Reich Ketiga merujuk terutama pada masa dari tahun 1933 sampai 1945, ketika Adolf Hitler atau disebut juga dengan Der Führer memimpin negara Jerman sebagai diktator dan menyebarkan ideologi nasional-sosialisme (Nationalsozialismus). Reich adalah kata Jerman untuk "kerajaan". Disebut kerajaan ketiga karena kerajaan pertama adalah Kekaisaran Romawi Suci, sedangkan kerajaan kedua adalah Kekaisaran Jerman.

Dalam periode ini Jerman tumbuh dari negara yang kalah Perang Dunia I hingga menjadi salah satu kekuatan militer terbesar di dunia. Pada saat yang bersamaan juga berlaku politik rasis yang meninggikan bangsa Arya dan merendahkan ras-ras lain.

Terutama bangsa Yahudi didiskriminasi dan dikumpulkan untuk dibunuh di kamp konsentrasi. Selain orang Yahudi kaum Nazi juga mendiskriminasi dan membantai bangsa Gipsi (Roma dan Sinti) serta bangsa Slavia. Jerman Nazi berakhir ketika mereka kalah Perang Dunia II melawan Uni Soviet dan kekuatan Sekutu yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Sebagai hasil dari kekalahan ini negara Jerman lantas dibagi menjadi Republik Federasi Jerman di barat dan Republik Demokratis Jerman di timur serta wilayahnya di timur sungai Oder dan Neisse diberikan kepada Polandia dan Uni Soviet. Wilayah Eropa taklukan Nazi Jerman di saat puncak kekuatannya Perkembangan ekspansi wilayah Jerman di Eropa dari 1937 sampai 1 September 1943

[sunting] Wilayah taklukan Nazi Jerman
Austria (Maret 1938)
Cekoslowakia
Polandia (September 1939)
Denmark (April 1940)
Norwegia (April 1940)
Belanda (Mei 1940)
Belgia (Mei 1940)
Luksemburg (Mei 1940)
Perancis (Juni 1940)
perancis,belgia,belanda,luxemburg ditaklukan jerman hanya dalam waktu 1,5 bulan
Yunani (April 1941)
Yugoslavia (April 1941)
beberapa negara di bagian Afrika Utara
sebagian wilayah Uni Soviet/Rusia (tidak berhasil menguasai semua wilayahnya sebelum musim dingin)
[sunting] Republik Federal Jerman
Kekalahan dalam Perang Dunia II membuat Jerman kehilangan wilayah timur yang jatuh ke tangan Polandia dan Rusia. Terjadi pula aksi balas dendam di Polandia dan Cekoslowakia berupa pengusiran paksa orang-orang Jerman dari wilayah mereka (Zwangsvertreibung). Di Rusia, orang-orang keturunan Jerman banyak yang dibuang ke wilayah timur (Siberia).

Sisa wilayah Jerman dibagi secara administrasi ke dalam sektor Inggris, Amerika Serikat, Prancis, dan Rusia. Negara-negara bagian disederhanakan dan secara total disekularisasi. Namun demikian, proses pengembalian administrasi ke tangan bangsa Jerman mengalami hambatan karena pertentangan ideologi antara tiga negara Barat dengan Rusia. Rusia enggan menyerahkan wilayah yang dikuasainya karena khawatir kehilangan pengaruh di Jerman.

[sunting] Terpecahnya Jerman
[sunting] Penyatuan Kembali (Wiedervereinigung)
[sunting] Penduduk
[sunting] Demografi
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Demografi Jerman

Hamburg adalah kota terbesar kedua Jerman (foto ini memperlihatkan pusat Hamburg sebelum perang dunia I)Jerman memiliki banyak kota besar namun hanya tiga yang memiliki lebih dari satu juta orang: Berlin dengan 3,4 juta orang, Hamburg dengan 1,8 juta orang, dan München dengan 1,4 juta orang. Dengan demikian populasi tidak terlalu terpusat dan berorientasi ke satu kota besar saja bila dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya. Kota terbesar lainnya adalah Köln, Frankfurt am Main, Stuttgart, Dortmund, Essen, Düsseldorf, Bremen, Duisburg dan Hannover. Kota terbesar adalah region Rhine-Ruhr, termasuk distrik Düsseldorf-Köln.

[sunting] Etnis
Jerman merupakan negara multietnis, namun sekarang perbedaan etnis tersebut mulai luntur akibat penggunaan bahasa Jerman Tinggi yang luas. Negara-negara bagian yang ada beberapa di antaranya masih menyisakan pembagian etnisitas tersebut, seperti Saarland (dihuni oleh suku bangsa Saar), Sachsen (suku Sachsen), Bayern (suku Bayer), Hessen (suku Hessen), serta Schleswig-Holstein (di bagian utara oleh orang Denmark). Di bagian timur Brandenburg juga bermukim beberapa suku Slavia.

Orang Yahudi telah sejak lama menghuni kota-kota di Jerman dan dikenal sebagai pedagang ulung. Semenjak Revolusi Industri, banyak imigran dari negara-negara Eropa bekerja dan menetap di Jerman. Pada abad ke-19, imigran dari Italia, Polandia, dan Ceko bekerja di industri tambang batu bara dan pabrik-pabrik di daerah Ruhr dan Rhein. Berakhirnya Perang Dunia II menyebabkan berdatangannya keturunan Jerman yang sebelumnya menetap di berbagai negara Eropa Timur (Vertreibung, Pengusiran terhadap orang Jerman). Booming industri pada tahun 1960-an dan 1970-an juga mengundang imigran dari daerah Balkan dan Turki. Gelombang besar imigrasi terakhir terjadi semenjak Penyatuan Kembali Jerman. Setelah peristiwa ini, Jerman membuka diri bagi keturunan Jerman yang masih menetap di Eropa Timur.

Pada 2004, sekitar 6,7 juta non-warganegara tinggal di Jerman. Dengan yang terbesar datang dari Turki, diikuti oleh Italia, Yunani, Kroasia, Belanda, Serbia, Montenegro, Spanyol, Bosnia dan Herzegovina, Austria, Portugal, Vietnam, Maroko, Polandia, Macedonia, Lebanon dan Perancis [1]. Sekitar 2/3-nya telah berada di negara ini selama 8 tahun atau lebih, dan oleh karena itu bisa dinaturalisasikan. [2]

Jerman masih merupakan tujuan utama bagi pengungsi politik (peminta suaka) dan ekonomi dari banyak negara berkembang, namun jumlahnya turun dalam beberapa tahun terakhir ini, mencapai sekitar 50.000 pada 2003.

[sunting] Agama
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Agama di Jerman

Martin Luther, Bapak Reformasi Jerman dan pembaharu bahasa Jerman, 1529Jerman adalah tempat kelahiran Reformasi yang dimulai oleh Martin Luther pada awal abad ke-16. Sekarang ini, Protestan (terutama di utara dan timur) terdiri dari 33% populasi dan Katolik (terutama di selatan dan barat) juga 33%. Keseluruhan terdapat sekitar 55 juta orang beragama Kristen. Kebanyakan Protestan Jerman merupakan anggota dari Gereja Evangelikal Jerman. Gereja Bebas ada dalam kota besar maupun kecil. Paus Katolik Roma sekarang ini adalah orang Jerman, Paus Benediktus XVI.

Selain itu ada beberapa ratus ribu pemeluk Ortodoks (terutama Yunani dan Serbia), 400.000 anggota Gereja Kerasulan Baru, lebih dari 150.000 anggota Saksi Yehuwa, dan beberapa grup kecil lainnya.

Di luar itu ada pula sekitar 3,7 juta Muslim di Jerman yang terutama dianut oleh keturunan imigran dari Turki).

Jerman sekarang memiliki populasi Yahudi terbesar ke-3 di Eropa. Pada 2004, jumlah orang Yahudi dari bekas Uni Soviet yang tinggal di Jerman dua kali lipat dibanding dengan yang tinggal di Israel, membuat total pertumbuhan lebih dari 200.000 sejak 1991. Sekitng Yahudi memiliki suara dalam kehidupan publik Jerman melalui Zentralrat der Juden in Deutschland. Padahal di bawah rezim Nasionalis Sosialis (Nazi) Jerman, orang Yahudi di Eropa yang dibantai cukup banyak. Sekitar 12.000.000 orang Yahudi yang hidup di Eropa pada awal Januari 1933 menjadi sekitar 3.000.000 orang Yahudi yang selamat dari genosida (sapu bersih etnik) Nazi.

Die neue dutsche welle wilayah bekas Jerman Timu/www.umich.edu/~newsinfo/Releases/1997/Dec97/r121097a.html survey] belakangan ini. Sekitar 30% dari populasi tidak memiliki agama. Di Timur angka ini mungkin lebih tinggi.

Gereja dan negara terpisah, tetapi ada kerja sama di banyak bidang, terutama dalam bidang sosial, Gereja dan komunitas keagamaan, bila mereka besar, stabil dan setia kepada konstitusi, dapat mendapat status khusus dari negara sebagai "perusahaan di bawah hukum publik" yang mengizinkan Gereja untuk memungut pajak dari anggota yang disebut Kirchensteuer (pajak gereja). Pendapatan ini dikumpulkan oleh negara sebagai pengganti biaya koleksi. Lihat Status kebebasan agama di Jerman dan Pemisahan gereja dan negara.

[sunting] Tentang nama Jerman
Nama bangsa Jerman (bahasa Indonesia mengambil dari nama yang dipakai dalam bahasa Inggris) dikenal dengan nama-nama yang berbeda: German (dengan variasinya, contohnya dipakai dalam bahasa Indonesia dan Inggris), Allemania (dengan variasinya, dipakai misalnya oleh bahasa Perancis, Spanyol, dan Arab), Saksa (dipakai oleh bahasa Finlandia) dan juga Deutsch (dengan variasinya, dipakai misalnya oleh bahasa Jerman, Swedia, dan Belanda). Nama-nama itu sebetulnya mengacu pada puak-puak bangsa Germanik yang berbeda-beda, sekaligus menunjukkan beragamnya masyarakat Jerman. Deutsch (baca /doitʃ/) merupakan satu puak suku Germanik di yang tinggal di bagian utara, Alleman adalah tinggal di bagian selatan, serta Sachsen adalah puak yang tinggal di bagian timur Jerman sekarang. Nama German merupakan nama dari dewi pelindung bangsa-bangsa Germanik (Dewi Germania) dan provinsi Germania Major telah dipakai oleh Kekaisaran Romawi untuk menyebut provinsi di bagian timur Sungai Rhein.

ARTI SAHABAT (NIDJI)

Diposting oleh Pangesti Arochmah Nuryadi di 16.06 0 komentar
tak mudah untuk kita hadapi
perbedaan yang berarti
tak mudah untuk kita lewati
rintangan silih berganti

kau masih berdiri
kita masih di sini
tunjukkan pada dunia
arti sahabat

kau teman sejati
kita teman sejati
hadapilan dunia
genggam tanganku

tak mudah untuk kita sadari
saling mendengarkan hati
tak mudah untuk kita pahami
berbagi rasa di hati

kau adalah..
tempatku membagi kisahku
kau sempurna
jadi bagian hidupku
apapun kekuranganmu

ADA CINTA

Diposting oleh Pangesti Arochmah Nuryadi di 16.02 0 komentar
ucapkanlah kasih satu kata yg ku nantikan
sebab ku tak mampu membaca matamu
mendengar bisikmu

nyanyikanlah kasih senandung kata hatimu
sebab ku tak sanggup mengartikan getar ini
sebab ku meragu pada dirimu

reff:
mengapa berat ungkapkan cinta
padahal ia ada
dalam rinai hujan
dalam terang bulan
juga dalam sedu sedan

mengapa sulit mengaku cinta
padahal ia terasa
dalam rindu dendam
hening malam
cinta terasa ada

nyanyikanlah kasih senandung kata hatimu
sebab ku tak sanggup mengartikan getar ini
sebab ku meragu pada dirimu

repeat reff

PERSAHABATAN

Diposting oleh Pangesti Arochmah Nuryadi di 04.30 0 komentar
Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial. Artikel ini memusatkan perhatian pada pemahaman yang khas dalam hubungan antar pribadi. Dalam pengertian ini, istilah "persahabatan" menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan afeksi. Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, seringkali hingga pada altruisme. selera mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai. Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan. Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan seringkali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka.

Nilai yang terdapat dalam persahabatan seringkali apa yang dihasilkan ketika seorang sahabat memperlihatkan secara konsisten:

kecenderungan untuk menginginkan apa yang terbaik bagi satu sama lain.
simpati dan empati.
kejujuran, barangkali dalam keadaan-keadaan yang sulit bagi orang lain untuk mengucapkan kebenaran.
saling pengertian.
Seringkali ada anggapan bahwa sahabat sejati sanggup mengungkapkan perasaan-perasaan yang terdalam, yang mungkin tidak dapat diungkapkan, kecuali dalam keadaan-keadaan yang sangat sulit, ketika mereka datang untuk menolong. Dibandingkan dengan hubungan pribadi, persahabatan dianggap lebih dekat daripada sekadar kenalan, meskipun dalam persahabatan atau hubungan antar kenalan terdapat tingkat keintiman yang berbeda-beda. Bagi banyak orang, persahabatan dan hubungan antar kenalan terdapat dalam kontinum yang sama.

Disiplin-disiplin utama yang mempelajari persahabatan adalah sosiologi, antropologi dan zoologi. Berbagai teori tentang persahabatan telah dikemukakan, di antaranya adalah psikologi sosial, teori pertukaran sosial, teori keadilan, dialektika relasional, dan tingkat keakraban. Lihat Hubungan antar-pribadi
Diposting oleh Pangesti Arochmah Nuryadi di 04.04 0 komentar
Ad-Dajjāl (Arabالدّجّال) adalah seorang tokoh kafir yang jahat dalam Eskatologi Islam, ia akan muncul menjelang Kiamat. Dajjal pembawa fitnah di akhir zaman, menurut hadits Muhammad bersabda: “"Sejak Allah swt menciptakan Nabi Adam a.s. sampai ke hari kiamat nanti, tidak ada satu ujian pun yang lebih dahsyat daripada Dajjal"

Dajjal adalah kata Arab yang lazim digunakan untuk istilah "nabi palsu". Namun istilah Ad-Dajjal, merujuk pada sosok "Penyamar" atau "Pembohong" yang muncul menjelang kiamat. Istilahnya adalah Al-Masih Ad-Dajjal (Bahasa Arab untuk "Al Masih Palsu") adalah terjemahan dari istilah Syria Meshiha Deghala yang telah menjadi kosa kata umum dari Timur Tengah selama lebih dari 400 tahun sebelum Al-Quran diturunkan.

Istilah Meshiha Deghala berasal dari kata antichristos yang merupakan bahasa Yunani. Secara internasional, sosok ini dikenal dengan Dajjal, tanpa menambahkan tata bahasa Arab. Namun istilah Dajjal telah merujuk kepada apa yang dimaksud Ad-Dajjal dalam istilah bahasa Arab.

Dajjal tidak disebut dalam Al-Quran, tetapi terdapat dalam hadis dan Sunah yang menguraikan sifat-sifat Dajjal. Berdasarkan kepercayaan yang telah umum dalam kalangan muslim, karakteristik ad-Dajjal adalah sebagai berikut:

Dajjal memiliki cacat fisik berupa mata kiri yang buta, dan mata kanan yang dapat melihat tetapi berwarna gelap (hitam). Dalam beberapa hadis menjelaskan ia hanya memiliki sebuah mata. Ia akan menunggangi keledai putih yang satu langkahnya sama dengan satu mil jaraknya. Keledai tersebut memakan api dan menghembus asap, dapat terbang di atas daratan dan menyeberangi lautan.
Dia akan menipu para umat muslim dengan mengajari mereka tentang surga, tapi ajaran tersebut adalah sebaliknya (Neraka).
Huruf Arab Kaf Faa Raa (kafir, bermakna kufur) akan muncul pada dahinya dan akan mudah dilihat oleh muslim yang bisa membaca maupun yang buta huruf.
Dia dapat melihat dan mendengar di banyak tempat pada waktu bersamaan.
Dia mempunyai keahlian untuk menipu manusia.
Dia akan coba meletakkan manusia pada tingkatan Tuhan.
Dia akan menyatakan dirinya adalah Tuhan dan akan menipu manusia dalam berpikir. Ia mengatakan bahwa ia telah bangun dari kematian. Salah satu orang penting akan ia bunuh dan kemudian ia akan menghidupkannya. Sesudah itu Allah akan menghidupkan apa yang ia bunuh tersebut, setelah itu ia tidak memiliki kekuatan ini lagi. Berdasarkan sumber lain tentang akhirat yang ditulis Anwar al-Awlaki), seorang lelaki beriman akan datang dari Madinah terus ke Dajjal, berdiri pada atas Uhud, dan dengan beraninya mengatakan bahwa Dajjal adalah Dajjal. Kemudian ia akan bertanya, "Apakah kamu percaya bahwa aku adalah Tuhan jika aku membunuhmu dan kemudian menghidupkan kamu?" Lalu Dajjal membunuh lelaki beriman tersebut, setelah itu menghidupkannya kembali, namun lelaki itu akan berkata bahwa dia semakin tidak percaya bahwa Dajjal adalah Tuhan.
Siapa saja yang menolak dan tidak percaya dengannya, mereka akan menderita kemarau dan kelaparan. Siapa saja yang menerimanya akan hidup dalam kehidupan senang.
Sebagian besar ajaran Islam mempercayai bahwa ia muncul di Kota Isfahan
Dia tidak bisa memasuki Makkah atau Madinah karena dijaga para malaikat.
Imam Mahdi akan melawannya atas nama Islam.
Dia akan dibunuh oleh Nabi Isa dekat pagar Ludd yang merupakan wilayah Israel saat ini.
[sunting] Dajjal membawa air dan api
Bedasarkan sebuah hadis yang menceritakan tentang Dajjal. Hadis tersebut menceritakan suatu hari pada musim kemarau, Dajjal akan bertanya, "Apakah kamu menginginkan api atau air?" Jika menjawab air, itu bermakna api yang diberikannya, Jika jawabannya api, ia akan memberi air. Kamu akan diberikan air jika kamu mengakui Dajjal adalah Tuhan dan bila kamu murtad dari agama Allah. Apabila kamu lebih memilih api tetapi tetap berada di jalan Allah, maka kamu akan dibunuhnya.

Dajjal membawa api dan air; Muhammad bersabda: "Sesungguhnya Dajjal itu akan keluar dengan membawa air dan api, maka apa yang dilihat manusia sebagai air, sebenarnya itu adalah api yang membakar. Sedang apa yang dilihat oleh manusia sebagai api, maka itu sebenarnya adalah air yang dingin dan tawar. Maka barangsiapa yang menjumpainya, hendaklah menjatuhkan dirinya ke dalam apa yang dilihatnya sebagai api, kerana ia sesungguhnya adalah air tawar yang nyaman." [2]

Dajjal membawa sesuatu yang menyerupai syurga dan neraka; Dari Abu Hurairah berkata bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: "Sukakah aku ceritakan kepadamu tentang Dajjal, yang belum diberitakan oleh Nabi kepada kaumnya. Sungguh Dajjal itu buta mata sebelahnya dan ia akan datang membawa sesuatu yang menyerupai syurga dan neraka, adapun yang dikatakan syurga, maka itu adalah neraka. Dan aku memperingatkan kalian sebagaimana Nabi Nuh a.s memperingatkan kepada kaumnya."

Dajjal membawa sungai air dan sungai api; Dari Abu Hudzaifah berkata bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya aku lebih tahu dari Dajjal itu sendiri tentang apa padanya. Dia mempunyai dua 2 sungai mengalir. Yang satu menurut pandangan mata adalah air yang putih bersih. Yang satu lagi menurut mata adalah api yang bergelojak. Sebab itu, kalau seorang mendapatinya hendaklah mendekati sungai yang kelihatan api. Hendaklah dipejamkan matanya, kemudian ditekurkan kepalanya, lalu diminumnya air sungai itu kerana itu adalah air sungai yang sejuk. Sesungguhnya Dajjal itu buta matanya sebelah ditutupi oleh daging yang tebal, tertulis antara dua 2 matanya (di keningnya) perkataan kafir yang dapat dibaca oleh setiap orang beriman pandai baca atau tidak.[3]

[sunting] Perlindungan dari Dajjal
Nabi Muhammad mengingatkan para pengikutnya untuk membaca dan menghapal sepuluh ayat pertama dari Surat Al-Kahfi sebagai perlindungan dari Dajjal, dan kalau bisa berlindung di kota Madinah dan Mekkah, karena Dajjal tidak akan pernah bisa masuk kota tersebut yang dijaga oleh para malaikat. Muhammad juga mengingatkan para pengikutnya untuk berdoa, "Ya Allah! Aku berlindung dengan-Mu dari bencana Dajjal." Dia juga menyatakan tidak ada musibah yang lebih hebat daripada bencana yang ditimbulkan Dajjal sejak penciptaan Nabi Adam hingga Hari Kebangkitan.
 

pangesti arochmah Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting